Bombastiklabausirah.com – Jumat (07/05/2021)

Semen Padang FC baru saja merekrut tiga pemain asal Papua untuk mengarungi kompetisi Liga 2 Indonesia 2021. Yang mana kompetisi kasta kedua nasional ini mulai menemui titik terang tentang jadwal pelaksanaanya.

Ketiga pemain tersebut adalah, Kelvin Wopi (Belakang, 26) dari Tira Persikabo, Krismon Gustap Wombaibobo (Gelandang, 22) eks Badak Lampung FC dan Mario Aibekob (Penyearang, 30) yang musim lalu terdaftar sebagai punggawa Sriwijaya FC.

Namun perlu diketahui, beberapa hari sebelumnya, manajemen tim berjuluk Kabau Sirah resmi melepas 8 pemain dan secara kebetulan ada tiga pula pemain yang berasal dari Papua.

Berdasarkan pernyataan manager Semen Padang FC, Effendi Syahputra, bahwa ketiga pemain Papua yang baru didatangkan ini secara statistik memiliki tren yang bagus dan meningkat dari musim ke musim.

“Tiga pemain yang kita rekrut secara statistik kalau dicek sangat bagus dari musim ke musim. Dua pemain (Kelvin dan Krismon) adalah pemain muda potensial yang masih bisa terus berkembang di Semen Padang FC,” ujar Effendi dilaman resmi Semen Padang FC.

Namun ada hal yang menarik, secara kebetulan tiga pemain Papua yang keluar dan yang baru direkrut Semen Padang FC memiliki kesamaan posisi yaitu Mario Aibekob (penyerang) sama dengan M. Nur Iskandar, kemudian Krismon Gustap Wombaibobo (gelandang) sama dengan Ronaldo Meosido, lalu yang terakhir Yohanis Tjoe (belakang) sama dengan Kelvin Wopi.

Nah berdasarkan fakta diatas, kami dari tim bombastikkabausirah.com mencoba membandingkan pemain-pemain tersebut secara head to head berdasarkan posisi yang mereka tempati, yaitu penyerang, gelandang dan belakang.

Penyerang : M. Nur Iskandar dan Mario Aibekob

Jika dilihat dari jam terbang dan harga market value, M. Nur Iskandar unggul jauh dari Mario Aibekob. M. Nur Iskandar sudah malang melintang di tim-tim papan atas Liga 1 Indonesia semisal Sriwijaya FC, Bhayangkara FC. Bahkan bersama Semen Padang FC sendiri, M. Nur Islandar sudah tampil dipentas Asia dikejuaraan Piala AFC Cup 2013.

Menurut tim kami, Semen Padang FC sedikit merugi melepas M. Nur Iskandar jika penggantinya Mario Aibekob. Sebab selain lebih tajam keunggulan lain M. Nur Iskandar adalah, ia juga bisa bermain dibeberapa posisi berbeda. Sedangkan berdasarkan data statistik, satu-satunya keunggulan Mario Aibekob dari M. Nur Iskandar cuma dari segi usia, M. Nur Iskandar (34) sedangkan Mario Aibekob (30).

Gelandang : Ronaldo Meosido dan Krismon Gustap Wombeibobo

Semen Padang FC membuang Ronaldo Meosido dan menggantinya dengan pemain Papua lainnya yaitu Krismon Gustap. Untuk posisi ini Semen Padang FC beruntung mengganti Meosido dengan Krismon. Selain Krismon lebih muda (22) daripada Meosido (29), Krismon juga adalah eks punggawa Timnas.

Memang Krismon belum punya pengalaman bermain di Liga 1, tapi disetiap klub Liga 2 yang ia bela Krismon nyaris tampil reguler. Berbeda dengan Meosido, walau tercatat bermain di tim sekelas Persipura Jayapura namun ia hanya menjadi pelapis dan lebih banyak menjadi penghangat bangku cadangan.

Mungkin satu-satunya kelemahan Krismon jika dibandingkan Meosido adalah postur tubuh. Krismon hanya 163 CM, sedangkan Meosido 169 CM.

Belakang : Yohanis Tjoe dan Kelvin Wopi

Satu lagi pilihan cerdas dari manajemen Semen Padang FC. Dimana Semen Padang FC melepas Yohanis Tjoe dan merekrut pemain baru Kelvin Wopi eks Bhayangkara FC dan Badak Lampung FC.

Jika membandingkan dua pemain ini dalam kondisi terkini, Wopi unggul jauh dibandingkan Tjoe. Baik dari segi postur tubuh, usia dan kecepatan. Tjoe sudah terlihat sangat lamban dan tubuhnya terlihat sudah agak gempal. Sedangkan Wopi terlihat lebih fresh dan lebih cepat. Dari segi usia pun dua pemain ini terpaut 9 tahun, Tjoe (35) sementara Wopi (26).

Tim bombastikkabausirah.com

Pict : 📷 @semenpadangfcid