Gonjang-ganjing Persijap di Awal Musim BRI Super League: Dua Pekan Langsung Ganti Pelatih, Persib Sudah Mengadang

Persijap menjadi salah satu kontestan yang paling kesulitan dalam mengarungi BRI Super League. Akibat persiapan yang kurang matang, Laskar Kalinyamat harus mengganti pelatih kepala karena gagal tampil positif di awal musim.

Persijap telah resmi mencopot pelatih sebelumnya, Juan Cortes, lantaran rentetan hasil buruk yang dialami Laskar Kalinyamat. Sebagai gantinya, manajemen menunjuk kembali Mario Lemos untuk menakhodai skuad asuhan Sendri Johansyah dkk.

Performa Laskar Kalinyamat pada musim ini memang jauh dari harapan. Mereka menelan dua kekalahan beruntun, yakni tumbang saat bertandang ke kandang Madura United (0-2), disusul kekalahan di kandang saat menjamu Borneo FC (0-1).

Persijap tentu harus segera berbenah jika tidak ingin terus terpuruk di papan bawah. Mario Lemos pun memiliki tugas berat saat mengawali pekerjaannya pada pekan ketiga. Berikut ulasannya.

Buruknya performa Persijap sebenarnya tidak begitu mengejutkan apabila menilik persiapan tim asal pesisir utara Jawa Tengah ini dalam menghadapi BRI Super League 2026/2027. Dibanding kontestan lain, Persijap menjadi tim yang paling akhir memulai pramusim.

Sempat terlihat tenang, Persijap baru memulai agenda latihan pertamanya pada 17 Agustus 2026. Padahal, tiga pekan kemudian, tepatnya pada 6 September 2026, mereka sudah harus menghadapi duel melawan Madura United.

Persiapan selama tiga pekan terhitung sangat singkat untuk dapat menyiapkan tim secara maksimal. Hal inilah yang dikeluhkan oleh Juan Cortes setelah timnya dihantam kekalahan kedua saat bermain di kandang sendiri.

“Saya tidak senang, kami tidak senang, tetapi kami butuh waktu. Ini baru empat minggu pertama kami. Ini bukan alasan, ini adalah kenyataan kami, jadi kami butuh waktu,” ujar pelatih asal Spanyol tersebut.

“Ini tidak seperti sulap di mana Anda bisa langsung menempatkan 11 pemain dan bermain layaknya sebuah tim yang solid, karena kami butuh waktu untuk saling mengenal, untuk meningkatkan model permainan kami,” tambahnya.

Juan Cortes akhirnya menjadi korban pertama dari ganasnya persaingan di kompetisi musim 2026/2027 ini. Arsitek tim berusia 42 tahun itu menjadi pelatih pertama yang kehilangan pekerjaan di awal musim.

Tanggung jawab yang dipikul Juan memang tidak enteng. Ia harus memaksimalkan waktu yang singkat agar anak asuhnya mampu tampil optimal. Juan bahkan mengakui timnya belum mencapai level ideal untuk berkompetisi.

“Tim ini berkembang setiap hari, secara fisik dan taktis. Pada pertandingan pertama, kami melakukan beberapa hal dengan baik, tetapi kami juga melihat banyak detail yang perlu kami perbaiki,” kata Juan saat dihubungi Bola.com, Jumat (11-9-2026).

“Kami masih membangun dan berkembang sebagai sebuah tim. Kami belum berada di level terbaik kami, tetapi setiap minggu saya bisa melihat kemajuan dan pemahaman yang lebih baik tentang apa yang ingin kami lakukan,” imbuhnya.

Selain faktor kebugaran, chemistry juga menjadi kendala besar bagi Laskar Kalinyamat. Sebab, dari 12 pemain asing yang bergabung, hanya dua yang berstatus pemain lama, sementara mayoritas lainnya merupakan pendatang baru dan debutan.

Kini, setelah kembali mendapatkan mandat untuk menakhodai Persijap sebagai pelatih kepala, Mario Lemos akan menghadapi lawan yang tidak mudah. Pada ujian pertama, ia akan menghadapi Persib Bandung.

Menurut jadwal, duel ini akan berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), Jepara, pada Minggu (20-9-2026) pukul 19.00 WIB. Laskar Kalinyamat wajib mewaspadai momentum kebangkitan Persib menjelang laga ini.

Setelah tumbang dari Persija pekan lalu, skuad Pangeran Biru berhasil melumpuhkan tim yang saat ini berada di puncak klasemen kasta tertinggi Liga Korea Selatan, FC Seoul, pada ajang AFC Champions League Two (ACL2). Hasil ini tentu bisa menjadi lecutan semangat bagi anak asuh Igor Tolic untuk bangkit di kompetisi domestik.

Meski begitu, Laskar Kalinyamat sebenarnya memiliki modal positif jika melihat rapor mereka saat menghadapi Persib. Musim lalu, Persijap menjadi salah satu tim yang tidak bisa dikalahkan Maung Bandung. Di pertemuan pertama, Persijap sukses menang di kandang dengan skor 2-1, sedangkan pertemuan kedua di Bandung berakhir imbang tanpa gol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *