BRI Super League: 2 Wonderkid Persita Mulai Dapat Panggung, Carlos Pena Tak Pandang Usia

Pemain-pemain muda diharapkan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan oleh pelatih Carlos Pena untuk unjuk aksi terbaik di pentas kompetisi. Hingga menjelang pekan ketiga, setidaknya sudah ada dua pemain muda yang diturunkan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim ini, yaitu Aep Nursofyan dan Zulfan Djiaulhaq.

Pada laga pertama, Persita berhasil mencuri satu poin dari Stadion Sultan Agung, Bantul, usai bermain imbang 1-1 melawan tuan rumah PSIM Yogyakarta. Di laga kedua, tim berjuluk Pendekar Cisadane itu tampil impresif dengan kemenangan fantastis 3-2 atas Java United FC di Banten International Stadium (BIS), Serang, Minggu (13-9-2026).

Kemenangan tersebut sekaligus menempatkan tim kebanggaan warga Tangerang itu bercokol di posisi keenam klasemen sementara dengan empat poin. Suksesnya Persita tidak hanya karena peran pemain senior, melainkan juga berkat talenta muda yang diwakili oleh Aep Nursofyan dan Zulfan Djiaulhaq.

Keduanya mampu membalas kepercayaan tim pelatih dengan performa terbaik. Aep Nursofyan, yang masih berusia 20 tahun, merupakan sosok bek kanan potensial. Sementara itu, Zulfan Djiaulhaq, 19 tahun, adalah pemain serbabisa yang mumpuni sebagai gelandang bertahan maupun penyerang sayap.

Terkait kontribusi duo wonderkid tersebut dalam dua laga, Carlos Pena tidak kuasa menahan pujian. “Memang benar kami memiliki perpaduan antara pemain muda dan pemain senior, tapi saya selalu berprinsip sama. Saya tidak melihat usia pemain. Jika seorang pemain layak bermain di bawah asuhan saya, mereka akan mendapatkan kesempatan bermain,” kata Carlos Pena.

“Pergantian pemain pertama melibatkan Aep dan Zulfan, dua pemain dari tim EPA musim lalu. Mereka mendapatkan menit bermain karena berlatih dengan baik dan memang layak mendapatkannya. Mereka membuktikan bahwa mereka memiliki kualitas yang cukup untuk bermain bersama kami,” imbuh juru taktik asal Spanyol tersebut.

Mantan pembesut Persija Jakarta itu berharap pemain-pemain muda mampu terus memberikan kontribusi, sementara pemain senior dapat memberikan masukan serta bimbingan. “Tentu saja, kami tidak bisa menuntut mereka untuk memenangkan pertandingan bagi kami sendirian. Mereka harus berkontribusi dan menjadi bagian dari tim, sementara para pemain senior perlu membantu mereka berkembang dan menjadi pemain yang lebih baik. Namun, memiliki pemain muda dalam skuad adalah kabar baik bagi Persita karena merekalah masa depan tim,” tutur Carlos Pena.

Pada laga selanjutnya, Persita akan menantang tim kuat asal Sulawesi Selatan, PSM Makassar. Duel pekan ketiga BRI Super League 2026/2027 ini rencananya akan berlangsung di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sabtu (19-9-2026).

Para penggemar pastinya sudah tidak sabar untuk kembali menyaksikan aksi tim kesayangan mereka, termasuk aksi Aep Nursofyan dan Zulfan Djiaulhaq.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *