PSIM tampil dengan wajah baru pada musim 2026/2027. Klub berjuluk Laskar Mataram tersebut menggandeng Adidas sebagai apparel resmi untuk musim ini. Kerja sama tersebut sekaligus menandai perubahan mitra apparel PSIM.
Sebelumnya, tim berlogo Tugu Pal Putih itu bekerja sama dengan merek lokal, Apex. Menariknya, PSIM tetap membawa identitas Yogyakarta dalam desain jersey terbaru. Motif batik Parang menjadi bagian utama yang disematkan pada seragam tempur mereka musim ini.
Motif tersebut ditempatkan di bagian depan jersey, tepat pada area tiga garis khas Adidas. Perpaduan antara identitas PSIM dan ciri khas Adidas menjadi salah satu elemen yang menonjol dari baju kebesaran Laskar Mataram.
Untuk musim 2026/2027, PSIM memiliki tiga varian jersey, yakni home yang didominasi warna biru, seragam tandang berwarna putih, dan jersey ketiga yang menggunakan warna kuning.
Kerja sama PSIM dengan Adidas berlangsung selama semusim. Manajemen ingin melihat lebih dulu proses kolaborasi tersebut sebelum membahas kelanjutan kemitraan pada tahun berikutnya. Direktur Utama PSIM, Liana Tasno, mengungkapkan pihaknya ingin memastikan koordinasi dan berbagai aspek kerja sama berjalan dengan baik.
“Baru satu musim. Kami mau lihat dulu bagaimana tek-tokannya, koordinasinya. Apakah sizing-nya juga dan lain-lain. Kalau misalnya oke, kami baru membicarakan untuk musim depan,” ungkap Liana belum lama ini.
Soal desain, wanita berusia 43 tahun tersebut juga menegaskan pentingnya memasukkan unsur batik Parang sebagai identitas PSIM. “Kami sudah mempelajari kultur PSIM itu sendiri. Batik Parang memang sangat perlu diimplementasikan di dalam jersey PSIM. Maka itu, saya betul-betul berjuang banget ke Adidas,” jelasnya.
Ketiga jersey skuad Naga Jawa musim ini—kandang, tandang, dan ketiga—dibanderol dengan harga yang sama, yaitu Rp700 ribu.
Antusiasme suporter terhadap jersey anyar PSIM juga cukup tinggi. Hal tersebut disampaikan oleh Head Operational Store PSIM, Aqil Maalik. “Untuk jersey yang baru diluncurkan kemarin, cukup banyak antusiasme dari suporter maupun customer yang berkunjung ke store. Hal ini terlihat pada saat pertama kali PSIM Store membuka pre-order,” ujar Aqil, Kamis (17/9/2026).
“Antrean untuk pre-order cukup panjang hingga ke luar store. Dari sisi online, WhatsApp Store juga menerima banyak chat yang tidak bisa kami tangani karena sangat banyak yang melakukan pre-order melalui WhatsApp tersebut.”
“Pada hari pertama pre-order dibuka, chat yang masuk mencapai lebih dari 1.000 pesan yang ingin melakukan pre-order jersey PSIM musim 2026/2027 ini,” lanjutnya.
Dari tiga varian yang tersedia, jersey home menjadi yang paling banyak diburu suporter. Aqil Maalik menyebutkan bahwa penjualan seragam kandang PSIM sudah menembus 300 pieces. “Untuk jersey yang paling diburu oleh suporter saat ini tetap jersey home. Untuk saat ini, jersey home sudah terjual sekitar 300-an,” ungkapnya.
PSIM Store kini kembali membuka pre-order untuk batch kedua setelah stok pada periode sebelumnya sempat habis. “Iya, untuk saat ini kebetulan kami sedang open pre-order lagi untuk batch kedua. Kemarin sempat kehabisan juga soalnya,” kata Aqil Maalik.
