Persita tampil baik saat bertandang ke Stadion Gelora B.J. Habibie, Sabtu (19/9/2026) sore pukul 15.30 WIB. Tim berjulukan Pendekar Cisadane itu nyaris menang, hingga akhirnya harus puas bermain imbang 2-2.
Persita sempat memimpin dua kali melalui aksi dua pilar asingnya, yakni Aleksa Andrejic pada menit ke-17 dan Tyronne del Pino saat duel memasuki menit ke-74. Sayangnya, kemenangan yang sudah di depan mata kontan sirna menyusul gol penyeimbang Juku Eja yang diceploskan Stefan Jeftoski pada menit ke-83.
Tambahan satu poin membuat Persita naik ke posisi kelima klasemen sementara BRI Super League dengan tabungan lima poin. Sebelumnya, tim asuhan Carlos Pena bermain imbang 1-1 melawan PSIM Yogyakarta dan menang 3-2 pada laga terakhir melawan Java United FC.
Selepas laga, Carlos Pena memuji semangat tempur anak asuhnya. Meski menargetkan kemenangan, juru taktik asal Spanyol yang pernah membesut Persija Jakarta tersebut mengakui bahwa tidak mudah untuk mendapatkan poin dalam laga tandang.
“Setelah 1-1, kami bisa membalas. Kami sempat unggul. Harusnya kami bisa mencetak lebih banyak gol lagi,” ujar Carlos Pena. “Tidak mudah untuk mendapatkan poin dalam laga tandang. Kami tidak bisa merasa senang karena kami memang mengharapkan kemenangan,” lanjutnya.
Senada dengan sang pelatih, Wahyudi Hamisi menambahkan bahwa semua pemain telah bekerja keras. Bermain di bawah tekanan tidak membuat tim kebanggaan warga Tangerang tersebut kehilangan motivasi maupun fokus.
“Saya mengapresiasi kerja keras pemain. Kami sudah bekerja keras sampai menit terakhir dan target kami untuk mendapatkan tiga poin tidak terpenuhi karena pertandingan berakhir imbang,” kata Wahyudi Hamisi.
Ia menambahkan bahwa hasil satu poin dari kandang Juku Eja di pekan ketiga ini layak disyukuri. “Namun, hasil ini tetap patut kita syukuri,” kata gelandang pengangkut baja berusia 29 tahun yang musim lalu memperkuat PSS Sleman tersebut.
