Mario Lemos Optimistis Bisa Selamatkan Persijap dari Zona Merah BRI Super League, Pengalaman Musim Lalu Tak Bikin Panik

Pelatih Persijap, Mario Lemos, mengungkapkan optimismenya untuk membawa Laskar Kalinyamat bangkit saat menjamu Persib Bandung pada pekan ketiga. Duel ini akan berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), Jepara, pada Minggu (20-9-2026) pukul 19.00 WIB.

Saat ini, Persijap sedang berada dalam situasi tertekan setelah mengawali musim dengan buruk. Laskar Kalinyamat menelan dua kekalahan beruntun saat menghadapi Madura United (0-2) dan Borneo FC.

Akibatnya, mereka tergusur ke zona merah di peringkat ke-16 karena belum mengumpulkan poin. Mario Lemos menyadari bahwa tugasnya untuk membangkitkan Persijap cukup berat dan memberikan tantangan tersendiri.

Namun, ia menegaskan bahwa kompetisi masih berada di fase awal dan menyisakan banyak pertandingan. “Ya, saya rasa situasinya tentu saja cukup berat ketika kami harus mengalami kekalahan pada dua laga perdana. Akan tetapi, ini masih sangat awal musim,” ujar pelatih yang telah mengasuh Persijap sejak musim 2025/2026 tersebut.

Juru taktik asal Portugal ini mencoba mengingatkan publik mengenai kilas balik kariernya bersama Persijap. Pada awal musim 2025/2026, Laskar Kalinyamat yang berstatus sebagai tim promosi sempat tertatih-tatih menghadapi ketatnya kompetisi.

Persijap bahkan hanya mampu mengamankan sembilan poin di putaran pertama setelah mengalami sembilan kekalahan beruntun, hingga akhirnya terdampar di dasar klasemen. Setelah fase tersebut berlalu, Mario berhasil meloloskan timnya dari ancaman degradasi di akhir musim.

“Seperti yang Anda tahu, musim lalu setidaknya bersama saya, kami memiliki pengalaman mengakhiri putaran pertama di posisi terakhir dengan hanya sembilan poin dan saya kalah dalam tujuh pertandingan berturut-turut dan kami tetap bertahan,” katanya.

Setelah melalui fase-fase berat, hingga sempat dicopot dari posisi pelatih kepala, Mario mampu memperbaiki performa tim di putaran kedua. Saat itu, Persijap finis di peringkat ke-13 dengan koleksi 36 poin.

Mario kembali menegaskan bahwa kompetisi masih panjang bagi Persijap. Namun, hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk terus-menerus terpuruk.

Laskar Kalinyamat harus segera meraih poin di kandang, meskipun harus menghadapi Persib yang berstatus sebagai jawara tiga musim terakhir. “Masih banyak pertandingan sepak bola yang harus dimainkan. Kompetisi masih panjang. Tapi, kami juga sadar, kami harus mulai meraih poin dan di liga ini, Liga 1, pertandingan kandang di Jepara adalah kuncinya.”

“Jadi, tidak peduli apakah lawannya Persib, Persebaya, atau Java United, kami harus mendapatkan poin dan besok kami ingin meraih poin untuk kepercayaan diri kami juga agar bisa tampil lebih baik,” tegasnya.

Bagi Mario, upaya mendapatkan poin saat menghadapi Persib akan menjadi bekal berharga bagi anak asuhnya. Pasalnya, setelah momen ini, kompetisi akan memasuki fase jeda karena periode FIFA Matchday.

“Dan setelah itu kami akan memasuki fase libur kompetisi karena ada jeda selama tiga minggu. Momen ini tentu saja akan memberi kami waktu untuk bekerja lebih baik lagi,” ujar arsitek tim berusia 40 tahun tersebut.

Setelah duel menghadapi Persib, Persijap baru akan kembali bertanding pada 10 Oktober 2026. Mereka dijadwalkan bertandang ke markas Bali United pada pekan keempat BRI Super League 2026/2027.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *