Bali United harus mengakhiri catatan dua kemenangan beruntun setelah kalah 0-1 pada pekan ketiga. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu (20/9/2026).
Satu-satunya gol dalam laga tersebut tercipta melalui titik putih. Juan Villa menjalankan tugasnya dengan baik dan membawa Borneo FC unggul pada menit ke-54.
Pertandingan juga diwarnai tiga kartu merah yang dikeluarkan oleh wasit Naufal Adya Fairuski. Dua kartu merah pertama diberikan pada menit ke-35 kepada Rifad Marasabessy dari Borneo FC dan Rahmat Arjuna dari Bali United. Keduanya diusir setelah terlibat perselisihan di lapangan.
Satu kartu merah lainnya diterima oleh Tim Receveur pada menit ke-70. Gelandang Bali United tersebut diusir setelah melakukan pelanggaran terhadap pemain Borneo FC.
Kartu merah Tim Receveur menjadi salah satu hal yang disoroti pelatih Bali United, Johnny Jansen. Ia mempertanyakan keputusan tersebut karena menilai pelanggaran yang dilakukan sang pemain tidak layak berujung kartu merah. Namun, Johnny memilih tidak menjadikan keputusan wasit sebagai alasan kekalahan timnya.
“Saat kartu merah kedua, saya tidak melihat situasi di lapangan dengan jelas. Menurut saya, itu bukan pelanggaran yang layak mendapatkan kartu merah. Hal tersebut jelas menyulitkan permainan kami di lapangan,” ujar Johnny.
“Tapi, yang terpenting, saya tidak ingin menyalahkan wasit atas kartu merah tersebut. Sekarang fokus kami adalah bermain lebih baik lagi,” tambahnya.
Selain masalah kartu merah, Johnny menilai penampilan Bali United belum mencapai level yang diharapkan. “Kami sangat kecewa hari ini karena tidak bermain dengan baik. Bisa dilihat di lapangan, tempo permainan kami terlalu lambat. Padahal kami seharusnya bisa tampil jauh lebih baik,” ungkap Johnny.
Menurut pelatih asal Belanda itu, kesalahan yang dilakukan Bali United pada babak kedua turut membuat Borneo FC mampu mencetak gol. “Di babak kedua, kami melakukan kesalahan hingga mereka mencetak gol. Ke depannya, kami harus tampil lebih baik lagi. Itulah alasan saya sangat kecewa dengan tim kami dan juga dengan diri saya sendiri,” tuturnya.
Bek kiri Bali United, Tim Geypens, mengakui bahwa laga melawan Borneo FC berjalan sulit. Ia menyebut timnya melakukan sejumlah kesalahan mendasar yang seharusnya dapat dihindari.
“Pertandingan kali ini sangat sulit. Kami melakukan beberapa kesalahan mendasar, termasuk saya sendiri yang juga melakukan kesalahan. Di pertandingan seperti ini, kesalahan seperti itu tidak boleh terjadi,” ujar Geypens.
Geypens pun menilai masih banyak hal yang harus dibenahi Bali United setelah pertandingan tersebut. “Kami sudah berjuang keras, tetapi kualitas permainan kami masih di bawah dan perlu ditingkatkan lagi,” ucap Geypens.
