Mario Lemos Bakal Gembleng Persijap di Jeda FIFA Matchday, Optimistis Akhiri Tren Kekalahan di BRI Super League

Pelatih Persijap akan berusaha memaksimalkan masa jeda kompetisi selama periode FIFA Matchday untuk mempersiapkan anak asuhnya agar tampil optimal pada pekan keempat.

Momen kembalinya Mario Lemos sebagai juru taktik Persijap harus berakhir kurang memuaskan. Pasalnya, mereka tumbang dari tim peraih tiga kali juara, Persib Bandung, dengan skor 1-2 di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), Jepara, Minggu (20-9-2026).

Mario menilai penampilan anak asuhnya memang masih jauh dari kata maksimal pada laga tersebut. Namun, ia ingin Laskar Kalinyamat segera melupakan hasil minor ini dan kembali fokus berbenah untuk menatap tantangan berikutnya.

“Dalam setiap pertandingan yang kami mainkan, kami akan berusaha untuk menang, dan memiliki mentalitas itu. Pada pertandingan terakhir, penampilan kami masih kurang maksimal,” kata Mario Lemos.

“Saya rasa, jika kami mendapat hasil imbang di laga ini, itu sudah sangat adil. Tapi, nyatanya tidak. Sekarang tidak ada alasan, saya tetap mengambil tanggung jawab ini dan kami harus terus maju,” tambahnya.

Setelah melewati laga terakhir itu, Persijap memiliki waktu yang cukup panjang untuk mempersiapkan diri. Duel terdekat setelah jeda kompetisi ini akan tersaji ketika mereka menghadapi Bali United pada Sabtu (10-10-2026).

Mario sebenarnya memiliki pengalaman apik pada musim lalu. Ketika ia kembali ditunjuk sebagai pelatih kepala pada putaran kedua, laga pertamanya menghadapi Persebaya Surabaya berakhir dengan kemenangan 3-1.

“Sekarang, kami punya waktu selama tiga minggu pada jeda kompetisi. Periode tiga pekan ini harus bisa dimaksimalkan untuk mempersiapkan tim menghadapi pertandingan berikutnya,” ujar pelatih asal Portugal itu.

“Terakhir kali saya datang ke sini, pertandingan pertama saya adalah melawan Persebaya, dan kami mengalahkan mereka. Tidak ada alasan. Hari ini kami belum cukup baik, kami kalah 2-1, dan pertandingan berikutnya kami harus menang,” ucapnya.

Mario ingin mengembalikan mentalitas yang musim lalu menjadi senjata Persijap untuk bisa bertahan di kasta tertinggi. Ia ingin Laskar Kalinyamat menjaga intensitas permainan dan daya juang agar tetap membara di setiap laga.

“Intensitas, tekad, Anda tahu, itu sudah ada sejak musim lalu. Yang kami inginkan di Jepara hanyalah menjadi tim yang sulit dikalahkan. Kami harus memberikan segalanya, dan itulah yang saya inginkan dari para pemain,” katanya.

“Saya rasa bakat adalah sesuatu yang tidak dimiliki semua orang, tetapi berjuang, berlari, melompat, semua orang bisa melakukannya. Itulah yang saya inginkan dari para pemain kami,” lanjut Mario.

Pelatih berusia 40 tahun ini memiliki tugas berat untuk mengangkat posisi Persijap yang mengawali musim dengan hasil minor. Laskar Kalinyamat selalu tumbang pada tiga pertandingan awal musim ini.

Akibatnya, mereka terdesak ke peringkat 16 klasemen sementara BRI Super League 2026/2027 karena belum mengoleksi poin. Persijap hanya unggul dari Java United dan Isenmulang FC yang sama-sama terkena sanksi pengurangan poin di awal musim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *