Pelatih Herdman menegaskan bahwa skuad yang dipersiapkan kali ini berbeda dengan tim yang sebelumnya tampil di ajang AFF. Ia menyebut bahwa dirinya memiliki kelompok pemain yang berbeda saat menangani Timnas Indonesia pada FIFA ASEAN Cup.
Herdman juga menekankan bahwa identitas permainan yang telah dibangun sejak pemusatan latihan pada Maret dan Juni akan kembali menjadi acuan. “Seperti yang sudah saya katakan, turnamen AFF sangat berbeda dengan FIFA ASEAN. Di AFF, kami memiliki skuad yang berbeda,” ujar Herdman.
“Ini adalah skuad yang saya tangani pada Maret, dan ini juga skuad yang saya tangani pada Juni. Kami sudah membangun sebuah identitas yang berhasil. Para suporter sangat menikmati gaya bermain kami dan kami mendapatkan banyak komentar positif mengenai hal itu,” tambahnya.
Herdman mengakui bahwa hasil pertandingan tidak selalu menggambarkan performa sesungguhnya di lapangan. Menurutnya, Indonesia pernah mampu mendominasi sejumlah aspek permainan, tetapi tetap gagal mendapatkan hasil maksimal.
“Sayangnya dalam sepak bola, Anda bisa mendominasi wilayah permainan, mendominasi statistik crossing, hingga mendominasi perebutan bola di area lawan, tetapi terkadang sepak bola tidak memberikan hasil yang Anda inginkan,” kata pelatih asal Inggris tersebut.
“Itu bagian dari permainan dan kami menerimanya,” lanjutnya.
Herdman berharap para pemain yang masuk dalam skuad FIFA ASEAN Cup mampu kembali menunjukkan identitas permainan yang sebelumnya terlihat pada agenda internasional Maret dan Juni.
“Tapi saya akan terus mengatakan bahwa ini adalah dua tim yang berbeda. Ada tim FIFA ASEAN dan ada tim AFF. Kalian akan melihat tim FIFA ASEAN,” tegas Herdman.
“Kita akan melihat bagaimana tim ini tampil dan apakah mereka bisa mengangkat kembali identitas yang kami lihat pada Maret dan Juni, yang membawa kami meraih clean sheet dan kemenangan,” pungkasnya.
Timnas Indonesia kini bersiap menghadapi rangkaian pertandingan di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Skuad Garuda akan bersaing dengan Bangladesh, Malaysia, dan Singapura.
