Raja Isa, eks pelatih PSM Makassar, tertarik menganalisis duel kontra Singapura pada partai perdana di SUGBK, Jakarta, Jumat (25-9-2026) malam. Dari penilaiannya, kendati Tim Garuda berada di atas angin karena berbagai modal yang dimiliki, beban Kevin Diks dkk. lebih berat daripada The Lions.
“Timnas Indonesia memiliki banyak keuntungan di FIFA ASEAN Cup kali ini. Status mereka sebagai tuan rumah serta materi pemain secara kasat mata juga lebih bagus dari Singapura,” ungkap Raja Isa. Ia menambahkan bahwa keberhasilan Timnas bergantung pada bagaimana cara memanfaatkan semua kelebihan tersebut menjadi kekuatan untuk menundukkan tim asuhan Gavin Lee.
Pengamat sepak bola asal Malaysia itu menyoroti kesuksesan Gavin Lee yang membawa timnya hingga semifinal Piala AFF 2026. “Gavin Lee adalah sosok pelatih muda yang cerdas. Dia punya banyak taktik yang membuat performa Singapura luar biasa. Gavin Lee tipe pelatih yang tenang dan selalu berpikir cermat. Keberhasilan di Piala AFF lalu terjadi karena dia pintar menyusun taktik dan membaca permainan,” ulas Raja Isa.
Salah satu keberhasilan pelatih yang menginjak usia 36 tahun pada 8 September lalu itu adalah saat membawa Singapura bermain imbang dengan Timnas Indonesia 1-1. Hasil ini memaksa Rizky Ridho cs. tersingkir di fase grup Piala AFF 2026.
Berikut ini adalah tiga resep versi Raja Isa agar Timnas Indonesia mampu tampil cemerlang untuk menggulung Singapura. Berkali-kali dalam wawancara terkait Timnas Indonesia, pelatih yang telah berkarier selama 17 tahun di beberapa klub Indonesia tersebut mewanti-wanti agar tuan rumah tidak terlalu percaya diri secara berlebihan di ajang ini.
“Pertama, dan ini sangat penting, dengan segala keunggulan yang dimiliki, Timnas Indonesia tidak boleh *overconfidence* karena sepak bola sangat kompleks. Dari pengalaman turnamen lain, status tuan rumah dan materi pemain yang bagus bukan jaminan menjadi tim hebat,” katanya.
Apalagi, papar Raja Isa, Timnas Indonesia sedang berusaha menarik kembali simpati Garuda Fans yang sempat menurun akibat pemecatan Shin Tae-yong, kegagalan ke Piala Dunia 2026, serta performa di Piala AFF 2026.
“John Herdman sedang membangun kembali kecintaan fans terhadap Timnas Indonesia. Di awal, dia mampu memberi harapan, tetapi kegagalan di Piala AFF sedikit banyak membuat fans mulai ragu. Namun, saya tahu publik Indonesia tetap memiliki fanatisme terhadap tim nasionalnya. Saya yakin di pertandingan nanti, suporter akan menjadi kekuatan untuk mengalahkan Singapura,” ujar Raja Isa.
Raja Isa yang memiliki darah keturunan Bugis menyoroti lini belakang Timnas Indonesia dalam bentrokan dengan negara tetangga tersebut. Meski tidak berspekulasi apakah John Herdman akan menggunakan formasi tiga atau empat bek, ia menyarankan agar pemain belakang tampil disiplin dan lugas.
“Kuncinya adalah disiplin dan bermain taktis. Bek Timnas Indonesia harus pintar membaca permainan, terutama mengantisipasi serangan balik Singapura. Saya rasa John Herdman menyadari hal itu karena pernah dijegal Singapura di Piala AFF lalu. Makanya, dia harus terus mengingatkan potensi bahaya tersebut kepada lini belakang,” tuturnya.
Kejelian dan ketepatan John Herdman menjadi kunci keberhasilan Timnas Indonesia melawan Singapura di laga nanti. “John Herdman harus melihat Gavin Lee sebagai ancaman. Makanya, John Herdman harus punya taktik jitu dengan variasi permainan yang belum diketahui lawannya. Kalau dia masih memakai sistem sebelumnya, saya kira itu tidak akan sulit bagi Gavin Lee dan Singapura,” ucapnya.
Saat pertama kali ditunjuk membesut Singapura, tidak banyak pengamat yang menduga Gavin Lee berhasil memberikan warna baru bagi permainan The Lions. Keberhasilannya membawa Singapura lolos ke Piala Asia 2027 membuat banyak pihak terkejut.
Prestasi Singapura menembus semifinal Piala AFF 2026 membuka mata khalayak bahwa sosok Gavin Lee memang layak disebut sebagai *think tank*. “Di tangan Gavin Lee, Singapura menuju era kebangkitan lagi. Dengan materi mayoritas dari liga domestik, dia mampu meraciknya menjadi tim hebat. Singapura bermain rapi, tenang, dan terencana dengan baik,” ujar Raja Isa.
Raja Isa juga menyebut bahwa aturan wajib militer yang diterapkan pemerintah bagi warga Singapura berdampak pada semangat dan disiplin Ilhan Fandi dkk. “Pemain Singapura sangat sportif. Mereka punya disiplin dan spirit tinggi. Ini adalah pengaruh aturan wajib militer. Gambaran itu bisa dilihat dari semangat para pemain, salah satunya Ilhan Fandi,” imbuhnya.
