Kiprah Tim Wakil DIY di BRI Super League: PSIM dan PSS Sama-Sama Terjungkal

Kompetisi kasta tertinggi Liga Indonesia musim ini sudah bergulir selama tiga pertandingan. Musim ini, terdapat dua klub asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berpartisipasi, yakni PSIM dan PSS.

PSS berstatus sebagai tim promosi setelah naik kasta dari Pegadaian Championship 2025/2026. Sementara itu, PSIM melanjutkan kiprah pada musim keduanya tampil di BRI Super League.

Sayangnya, awal musim bagi kedua wakil DIY tersebut belum sesuai harapan. PSIM saat ini berada di posisi ke-14 klasemen sementara dengan koleksi satu poin. Adapun PSS terpuruk di urutan ke-15 tanpa raihan poin sama sekali.

Lantas, seperti apa perjalanan PSIM dan PSS dalam tiga pertandingan awal BRI Super League 2026/2027? Menariknya, PSIM dan PSS sama-sama ditangani oleh pelatih asal Belanda pada musim ini.

Jean-Paul van Gastel menjadi nakhoda Laskar Mataram, sedangkan PSS masih mengandalkan Pieter Huistra. Bagi Van Gastel, ini merupakan tahun keduanya menangani PSIM. Pada musim 2025/2026, ia berhasil membawa Laskar Mataram menduduki peringkat ke-11 klasemen akhir dengan torehan 45 poin.

Sementara itu, Huistra telah menukangi PSS sejak musim 2024/2025. Musim lalu, dengan status Direktur Teknik (Dirtek), ia turut membantu Super Elang Jawa finis sebagai runner-up Championship 2025/2026.

Namun, racikan kedua pelatih tersebut belum memberikan hasil maksimal pada awal musim ini. PSIM maupun PSS masih kesulitan untuk mendulang poin penuh. Keduanya kompak gagal meraih kemenangan dalam tiga pertandingan awal.

Perbedaannya, Laskar Mataram berhasil mengantongi satu poin, sedangkan Laskar Sembada urung mendapatkan angka. PSIM mengawali kompetisi dengan bermain imbang 1-1 melawan Persita Tangerang. Setelah itu, mereka takluk 0-1 dari Persebaya Surabaya dan kalah 1-2 saat bersua Madura United.

Di kubu PSS, hasil yang didapat juga tidak menggembirakan. Super Elja tumbang 1-2 dari Bali United, kemudian digalak Madura United (1-3) serta Dewa United (1-2). Rentetan hasil tersebut membuat PSS harus segera berbenah. Sleman fans juga mulai menyuarakan kekecewaan dan menuntut tim kesayangannya segera bangkit pada pertandingan berikutnya.

Ada fakta menarik lain dari kiprah kedua perwakilan DIY tersebut. Seluruh gol yang mereka cetak sejauh ini lahir dari kontribusi pemain asing. PSIM mengemas dua gol lewat aksi Adrian Purzycki dan Nermin Haljeta. Sementara itu, PSS mencetak tiga gol melalui Matheus Fornazari, Melvyn Lorenzen, serta Christophe Nduwarugira.

Catatan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi kedua tim. Selain memperbaiki sektor pertahanan, PSIM dan PSS perlu meningkatkan produktivitas lini depan, termasuk memaksimalkan kontribusi pemain lokal.

BRI Super League 2026/2027 saat ini sedang memasuki jeda karena agenda FIFA Matchday. Masa off kompetisi ini dapat dimanfaatkan oleh kedua tim untuk melakukan evaluasi sebelum liga kembali bergulir bulan depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *