Dua Laga Kandang Bhayangkara FC Dijejali Penonton, Bukti The Guardians Telah Menyatu dengan Warga Lampung

Bhayangkara FC kini menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan dari warga Lampung. Sejak memutuskan pindah kandang ke Kota Tapis Berseri pada April 2025, klub ini telah melambungkan nama Provinsi Lampung ke kancah sepak bola nasional.

Musim lalu, Bhayangkara FC tampil memukau dengan mengakhiri BRI Super League 2025/2026 di posisi kelima. Di musim ini, tim berjuluk The Guardians tersebut mematok target yang lebih spektakuler, yakni menembus tiga besar.

Target ini tentu bukan hal yang mudah, mengingat tim besutan Oscar Bruzon harus kembali bersaing dengan tim-tim besar seperti Borneo FC, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, serta juara tiga musim berturut-turut, Persib Bandung. Beratnya misi ini membuat manajemen terus mengajak warga Lampung, terutama para penggemar setia, untuk mendoakan dan menyemangati perjuangan Moussa Sidibe dkk.

Sejauh ini, kinerja Moussa Sidibe cs layak diacungi jempol. Dalam tiga laga yang telah dijalani, mereka belum terkalahkan dengan catatan dua kali seri dan sekali menang. Dengan mengantongi lima poin, Bhayangkara FC kini bercokol di posisi kedelapan klasemen sementara, terpaut lima angka dari Dewa United yang berada di posisi puncak.

Dukungan nyata terlihat dalam dua laga kandang di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung. Berdasarkan data internal Bhayangkara FC, saat menghadapi Persebaya, jumlah penonton yang hadir ke stadion mencapai 3.000 orang. Jumlah tersebut tergolong besar mengingat kapasitas Stadion Sumpah Pemuda yang hanya sekitar 7.000 penonton.

Pada laga kandang kedua melawan Isenmulang FC, jumlah penonton mengalami lonjakan signifikan. Dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan dua gol tanpa balas tersebut, stadion dijejali sekitar 4.000 penonton. Jika dibandingkan dengan dua laga kandang pertama musim lalu, jumlah penonton musim ini terbilang lebih ramai. “Untuk dua match kandang awal, lumayan yang sekarang,” kata sumber di Bhayangkara FC.

Pada laga kandang selanjutnya, The Guardians akan menghadapi Persijap Jepara pada 16 Oktober mendatang. Manajemen berharap jumlah penonton yang hadir ke stadion akan semakin membeludak, karena kehadiran suporter dapat mempertebal keyakinan dan rasa percaya diri pemain untuk kembali meraih kemenangan.

Tim pelatih terus mempersiapkan skuad, termasuk di tengah jeda internasional FIFA Matchday pada 21 September hingga 6 Oktober. Semua pemain akan kembali berlatih setelah menikmati libur singkat.

“Sekarang waktunya untuk rehat sejenak. Kami berikan libur lima atau enam hari setelah hampir setiap hari bekerja selama enam minggu,” kata Oscar Bruzon. “Setelah itu, kami punya waktu lebih dari dua pekan untuk mempersiapkan laga tandang melawan Arema FC dan Madura United, yang pastinya akan menjadi lawan tangguh,” imbuh Oscar Bruzon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *