Tim Singapura diprediksi akan menyulitkan lawan pada laga perdana di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (25/9/2026) malam WIB. Tahun ini ditasbihkan sebagai era kebangkitan sepak bola Negeri Singa di level internasional.
Di tangan Gavin Lee, performa Singapura semakin cemerlang. Sosok muda yang mengawali karier kepelatihannya sebagai analis klub Warriors FC ini memiliki kecerdasan, ketenangan, dan kecermatan dalam membaca permainan.
Setelah menjabat sebagai asisten dan pelatih interim Singapura, Gavin Lee dipermanenkan untuk menakhodai The Lions sejak 28 November 2025. Kepemimpinannya berhasil membawa Singapura ke putaran final Piala Asia 2027, sebuah penantian panjang sejak Singapura menjadi tuan rumah Piala Asia 1984 silam.
Di kawasan Asia Tenggara, Singapura merupakan peraih gelar juara Piala AFF terbanyak kedua di bawah Thailand, dengan empat trofi pada tahun 1998, 2004, 2007, dan 2012. Thailand sendiri memegang status sebagai raja ASEAN dengan tujuh kali menjadi kampiun Piala AFF.
Latar belakang prestasi inilah yang membuat Gavin Lee dan para penggawa Singapura tetap optimistis mengarungi FIFA ASEAN Cup 2026 yang digelar di Indonesia pada 25 September hingga 5 Oktober 2026. Mari mengulas faktor utama yang membuat sepak bola Singapura bangkit kembali.
Jejak karier Gavin Lee sebagai pemain tidak terlalu mentereng. Ia hanya sempat bermain untuk klub Singapore Cricket Club pada musim 2011/2012. Setelah setahun gantung sepatu, pria berusia 36 tahun ini mulai menekuni bidang teknis sebagai analis pertandingan di klub Warriors FC.
Karier kepelatihan Gavin Lee sangat gemilang dan terbilang cepat meroket. Setahun di Warriors FC, ia naik pangkat menjadi asisten pelatih klub elite S-League, Tampines Rovers. Selama dua musim, ia menjadi pendamping pelatih Jurgen Raab dan Kadir Yahaya.
Pada tahun ketiga, Gavin Lee didapuk menjadi pelatih kepala Tampines Rovers. Selama enam musim, ia menyelesaikan 154 pertandingan di semua kompetisi. Gavin Lee juga mempersembahkan satu gelar juara S-League 2018/2019 dan Piala Super Singapura 2019/2020.
Di bawah kepemimpinannya, Tampines Rovers juga empat kali berpartisipasi dalam ajang antarklub Piala AFC. Gavin Lee merupakan sosok jurutaktik yang memiliki kapasitas dan pengalaman sangat matang.
Usai vakum sekitar tiga tahun, Gavin Lee mulai mengorbit di Timnas Singapura. Ia ditunjuk oleh FAS sebagai asisten pelatih mendampingi pelatih asal Jepang, Tsutomu Ogura, sebanyak 16 pertandingan internasional.
Pemutusan kerja sama FAS dengan Tsutomu Ogura membuka jalan bagi Gavin Lee ke tampuk pimpinan Timnas Singapura. Setelah diuji sebagai pelatih interim dalam lima pertandingan Kualifikasi Piala Asia 2027, Gavin Lee pun dipermanenkan sebagai pelatih kepala hingga tampil di FIFA ASEAN Cup 2026 ini.
Dari 14 pertandingan di semua ajang, Gavin Lee mencatat delapan kemenangan, tiga hasil imbang, dan tiga kekalahan. Sebuah catatan impresif bagi sosok yang dijuluki “Sang Fenomenal” tersebut.
Atmosfer kompetisi profesional di Singapura memang tidak semeriah di Indonesia. Kasta tertinggi S-League hanya diikuti oleh delapan klub, yang jelas bukan tandingan BRI Super League dengan 18 kontestan.
Namun, berdasarkan daftar peringkat liga yang dirilis AFC, S-League menempati urutan ke-15, sedangkan BRI Super League berada di posisi ke-20. Artinya, secara kualitas, S-League lebih baik daripada BRI Super League.
Peringkat ini membuat jatah wakil S-League ke pentas AFC menjadi lebih banyak. Singapura mendapatkan satu jatah lolos otomatis ke fase grup dan satu wakil melalui babak playoff. Sementara itu, Indonesia hanya diwakili oleh Persib yang juga harus melalui fase playoff.
Prestasi liga domestik ini berimbas pada kualitas pemain lokal Singapura yang memperkuat Timnas mereka. Sejak dipercaya menakhodai Timnas Singapura, Gavin Lee merekrut pemain dari tiga klub paten, yaitu Tampines Rovers, Young Lions, dan Lions City Sailors.
Klub terakhir menjadi penyumbang pemain terbanyak bagi Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Dari 23 pemain yang dibawa ke Indonesia, 11 di antaranya berasal dari klub Lions City Sailors. Jumlah penggawa ini secara otomatis membuat permainan Singapura lebih menyatu.
