Laga berat langsung menanti dalam misi menjadi yang terbaik di ajang sarat gengsi. Ajang ini merupakan agenda resmi pertama FIFA di kawasan Asia Tenggara, dan Indonesia mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah.
Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Jumat (25/9/2026) malam pukul 20.00 WIB, Timnas Indonesia akan memulai petualangan menghadapi salah satu unggulan di Grup A Divisi 1, yakni Singapura. Selain Indonesia dan Singapura, Grup A juga menempatkan Malaysia dan Bangladesh sebagai kontestan yang harus diwaspadai.
Meski bermain di depan pendukung setianya, tidak ada jaminan pasukan John Herdman akan memenangkan semua duel dengan mudah, termasuk pada laga pertama malam nanti. Setelah gagal di Piala AFF 2026 beberapa waktu lalu, FIFA ASEAN Cup menjadi target utama yang harus diraih oleh John Herdman.
John Herdman sadar betul bahwa kemenangan atas Singapura sangat menentukan langkah selanjutnya. Oleh karena itu, juru taktik asal Inggris yang pernah memimpin Timnas Kanada di Piala Dunia 2022 tersebut akan menurunkan semua pemain terbaiknya, terlebih di pertandingan ini.
“Kami akan selalu mempertimbangkan dengan baik saat memilih tim utama. Tim kami semuanya dalam keadaan sehat dan sangat menantikan untuk mengambil tanggung jawab,” kata John Herdman.
Timnas Indonesia membawa kekuatan 23 pemain. Salah satu nama yang paling ditunggu aksinya adalah Dion Markx.
Pemanggilan pemain bertahan berusia 21 tahun ini mendapat respons positif menyusul performanya yang memukau bersama Persita Tangerang. Berstatus pemain pinjaman dari Persib Bandung, Dion Markx telah tampil dalam tiga laga tanpa terkalahkan di ajang BRI Super League 2026/2027 dalam balutan jersey kebesaran Persita.
Lahir di Nijmegen, Belanda, pada 29 Juni 2005, ia menjadi sosok krusial di balik hasil imbang melawan PSIM Yogyakarta pada pekan pertama sekaligus dinobatkan sebagai Player of The Match. Ketika Persita meraih kemenangan pertama di kandang atas Java United FC, alumnus Akademi Vitesse dan NEC Belanda ini juga mendapat banyak sanjungan.
Dalam laga terakhir sebelum jeda internasional melawan PSM Makassar, Dion Markx kembali tampil gemilang sehingga Persita berhasil mencuri satu poin dari Stadion BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan.
Terkait aksi dan performanya, pelatih Persita, Carlos Pena, tidak bisa menahan pujian. Mantan jurutaktik Persija Jakarta tersebut mengaku kagum mengingat Dion Markx baru bergabung dengan Pendekar Cisadane hanya beberapa hari sebelum BRI Super League 2026/2027 bergulir pada 4 September.
Minimnya waktu ternyata tidak menjadi kendala bagi Dion Markx untuk cepat menyatu dan beradaptasi dengan pemain lainnya, termasuk dengan filosofi permainan yang diusung Carlos Pena. “Dion Markx baru datang tiga hari dan dia langsung bermain sebagai starter. Dia tidak menunjukkan kegugupan dan tidak menunjukkan kesulitan adaptasi,” kata Carlos Pena.
Dion Markx resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada 8 Februari 2025. Namun, ia belum pernah melakoni debut bersama Timnas Indonesia.
Berkaca dari tiga penampilan gemilangnya di kasta tertinggi liga Indonesia musim ini, bukan tidak mungkin John Herdman akan meliriknya. Memang, persaingan di lini belakang sendiri sangat ketat.
Ada nama-nama yang sudah lebih dulu eksis seperti Kevin Diks (Borussia Mönchengladbach), Dean James (Go Ahead Eagles), Elkan Baggott (Millwall), Justin Hubner (Fortuna Sittard), Nathan Tjoe-A-On (Willem II), Rizky Ridho (Persija Jakarta), dan Yakob Sayuri (Java United FC).
Namun, semua keputusan tetap kembali kepada pelatih. Jika strategi dan taktik memang membutuhkan pemain seperti Dion Markx, maka itulah yang akan tersaji. Semangat, Dion Markx!
