FIFA ASEAN Cup Berpeluang Digelar Setiap 4 Tahun

Sekretaris Jenderal (Sekjen) FIFA, Mattias Grafstrom, membeberkan gambaran masa depan dan siklus penyelenggaraan turnamen terbaru. Tangan kanan Gianni Infantino ini memberikan sinyal bahwa ajang regional baru tersebut berpotensi digelar empat tahun sekali.

Keterangan tersebut disampaikan Mattias Grafstrom saat ditemui awak media di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (25/9/2026) malam WIB. Didampingi Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, ia hadir untuk membuka edisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026 sekaligus menyaksikan duel Timnas Indonesia melawan Singapura di laga Grup A.

Kehadiran turnamen resmi bentukan FIFA ini sempat memicu tanda tanya besar di kalangan pencinta sepak bola Asia Tenggara. Pasalnya, kawasan ini sudah memiliki turnamen dua tahunan seperti ASEAN Championship atau Piala AFF yang telah berjalan selama lebih dari tiga dekade.

Namun, Grafstrom menegaskan bahwa prioritas utama FIFA saat ini adalah mengawal kesuksesan edisi perdana FIFA ASEAN Cup di Indonesia. Untuk keberlanjutan ke depan, FIFA membidik opsi siklus empat tahunan.

“Ini adalah pertama kalinya kami menyelenggarakannya dan saya pikir mari kita fokus terlebih dahulu pada turnamen ini,” ujar Mattias Grafstrom kepada awak media.

Sinyal penyelenggaraan empat tahun sekali ini akan membedakan FIFA ASEAN Cup dengan ajang ASEAN Championship yang rutin bergulir setiap dua tahun. Langkah ini dinilai selaras dengan kalender internasional FIFA agar tidak terlalu membebani jadwal kompetisi domestik maupun agenda tim nasional di kawasan ASEAN.

Meski begitu, keputusan final mengenai periodisasi turnamen akan dievaluasi secara menyeluruh setelah gelaran FIFA ASEAN Cup 2026 rampung digelar. Dukungan penuh FIFA serta antusiasme tinggi publik sepak bola Tanah Air diharapkan menjadi modal kuat untuk menjadikan ajang ini sebagai panggung baru persaingan bergengsi di Asia Tenggara.

Perbedaan mendasar antara Piala AFF dan FIFA ASEAN Cup terletak pada penyelenggara serta statusnya dalam kalender resmi sepak bola internasional. Piala AFF merupakan turnamen regional yang dikelola oleh Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) sejak 1996 dan umumnya berlangsung di luar jadwal FIFA Matchday. Hal ini menyebabkan klub tidak diwajibkan untuk melepas pemain utama mereka ke tim nasional.

Sebaliknya, FIFA ASEAN Cup diselenggarakan secara langsung oleh FIFA mulai 2026 dan ditempatkan di dalam jendela internasional resmi. Dengan demikian, seluruh klub wajib mengizinkan pemain terbaiknya untuk berlaga.

Kedua kompetisi ini juga berbeda dalam hal format turnamen dan cakupan negara peserta. Piala AFF menggunakan sistem satu tingkatan kompetisi, mulai dari babak kualifikasi, fase grup, hingga babak gugur, dengan peserta yang terbatas hanya untuk negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Sementara itu, FIFA ASEAN Cup menerapkan format dua divisi berdasarkan peringkat FIFA serta membuka pintu bagi tim undangan dari luar kawasan Asia Tenggara untuk ikut bertanding.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *