Laga kedua Grup A Premier Division akan menyuguhkan pertandingan sengit. Timnas Indonesia akan menghadapi salah satu musuh bebuyutannya, Malaysia, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Senin (28/9/2026) malam WIB.
Timnas Indonesia dan Malaysia merupakan dua tim dari kawasan Asia Tenggara yang terlibat rivalitas panas, baik di dalam maupun di luar lapangan. Saat ini, Malaysia sementara memuncaki klasemen Grup A setelah menghajar Bangladesh dengan skor tiga gol tanpa balas pada laga pertama.
Sementara itu, Timnas Indonesia berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Singapura. Hasil tersebut membuat Malaysia berada di urutan pertama dengan keunggulan selisih gol atas Indonesia.
Timnas Indonesia dan Malaysia memiliki sejarah rivalitas yang panjang sejak pertama kali bertemu pada 1957. Terdapat sejumlah fakta menarik yang muncul menjelang pertemuan kedua tim tersebut.
Berikut adalah beberapa fakta menarik yang layak diulas menjelang pertandingan Timnas Indonesia kontra Malaysia:
Timnas Indonesia dan Malaysia tercatat telah bertemu sebanyak 85 kali dalam pertandingan resmi. Dengan demikian, duel di Stadion GBK pada Senin besok akan menjadi pertemuan ke-86 antara Indonesia melawan Malaysia sepanjang sejarah.
Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Malaysia dalam rekor pertemuan. Dari 85 kali pertemuan sejak 7 September 1958 di Piala Merdeka, Malaysia telah mengukir 34 kemenangan atas Timnas Indonesia.
Di sisi lain, Timnas Indonesia berhasil mengemas 33 kemenangan, sementara 18 laga lainnya berakhir imbang. Jika Timnas Indonesia mampu menang dalam pertandingan di SUGBK pada Senin (28/9/2026), maka rekor pertemuan kedua tim akan menjadi seimbang sepanjang sejarahnya.
Timnas Indonesia saat ini menempati urutan kedua dengan kekuatan 18 pemain diaspora yang berkarier di BRI Super League maupun kompetisi di negara-negara Eropa. Meski tanpa Jay Idzes, Timnas Indonesia masih memiliki banyak pemain diaspora berkualitas.
Nama-nama seperti Maarten Paes, Kevin Diks, Emil Audero, Thom Haye, Calvin Verdonk, Ole Romeny, Mitchell Baker, hingga Luke Vickery tetap memperkuat skuad Garuda.
Sementara itu, Malaysia memiliki 12 pemain berstatus naturalisasi, yang terdiri dari sembilan pemain keturunan dan tiga pemain alih status kewarganegaraan. Trio tersebut adalah Bergson da Silva (Brasil), Manuel Hidalgo (Argentina), dan Paulo Josue (Brasil).
Pertemuan nanti bisa diibaratkan sebagai laga final sebelum final bagi kedua tim. Timnas Indonesia dan Malaysia sama-sama mengincar kemenangan demi mengamankan posisi puncak klasemen Grup A.
Malaysia saat ini kokoh di posisi pertama dengan tiga poin dan memiliki produktivitas surplus tiga gol. Timnas Indonesia membuntuti di bawahnya dengan perolehan poin yang sama, namun kalah dalam selisih gol.
Pemenang dalam laga ini akan memiliki peluang lebih besar untuk melaju ke final. Hal ini dikarenakan FIFA ASEAN Cup tidak memainkan babak semifinal, sehingga setiap juara grup akan langsung bertemu di partai final.
Rivalitas panas antara Timnas Indonesia dan Malaysia juga merambah ke luar lapangan, yaitu pada tingkat suporter fanatik kedua tim. Kericuhan antarsuporter kedua tim bukanlah hal baru dan sudah sering terjadi sejak lama.
Puncak kericuhan suporter terakhir terjadi pada 2019, ketika kedua tim menjalani laga Kualifikasi Piala Dunia 2022. Kericuhan pecah menjelang akhir pertandingan setelah Timnas Indonesia kalah 2-3 dari Malaysia pada 5 September 2019.
Sebagian suporter tuan rumah terpancing emosi hingga mencoba melompati pagar dan mendatangi tribun suporter tim tamu. Akibatnya, fans Malaysia baru bisa meninggalkan SUGBK pada tengah malam.
Kericuhan kembali terulang pada pertemuan kedua di Bukit Jalil pada 19 November 2019. Sehari sebelum laga, beberapa suporter Timnas Indonesia dilaporkan mengalami tindak kekerasan dan pengeroyokan oleh oknum suporter tuan rumah di sekitar area tersebut.
Ketegangan memuncak di dalam stadion yang diwarnai aksi saling lempar botol antar-tribun. Sebanyak 41 orang diamankan polisi akibat insiden tersebut, dan sejumlah suporter Indonesia sempat tertahan lama di dalam stadion demi alasan keamanan.
Ada dua pemain yang diprediksi akan mendapat perhatian besar dalam pertemuan Indonesia versus Malaysia nanti, yaitu Ole Romeny dari Timnas Indonesia dan Arif Aiman dari Malaysia. Kedua pemain ini merupakan mesin gol dari masing-masing tim yang aksinya sangat dinantikan.
Ole Romeny terus membuktikan dirinya sebagai pencetak gol ulung di skuad Garuda. Ia telah mengemas total tujuh gol dari 11 penampilan bersama Timnas Indonesia, termasuk gol melalui titik putih saat melawan Singapura di pertandingan pertama.
Di kubu Malaysia, terdapat pemain yang sangat mematikan dan produktif, yaitu Arif Aiman. Sejak debut pada 28 Mei 2021, pemain Johor Darul Ta’zim ini telah mengemas 10 gol dari 41 laga bersama Harimau Malaya.
Kemampuannya mencetak gol, termasuk saat melawan Bangladesh di pertandingan pertama, tentu menjadi peringatan serius bagi barisan pertahanan Indonesia.
