Pelatih Igor Tolic tidak terlalu mengkhawatirkan komposisi skuad Maung Bandung yang berisi 27 pemain untuk menghadapi padatnya agenda musim 2026/2027. Persib akan menjalani empat kompetisi pada musim ini. Selain BRI Super League, tim Maung Bandung juga akan tampil di AFC Champions League Two, ASEAN Club Championship, dan Piala Indonesia.
Kondisi tersebut membuat kedalaman skuad menjadi salah satu faktor penting. Meski begitu, Igor Tolic menilai komposisi tim Persib saat ini sudah cukup baik. Pelatih asal Kroasia ini bahkan menyebut proses perekrutan pemain anyar sejauh ini sudah berjalan bagus.
Salah satu pencapaian tersebut adalah mendatangkan Mariano Peralta yang berstatus sebagai pemain terbaik BRI Super League musim lalu. “Ya, empat kompetisi. Saya sangat senang dengan tim ini. Saya pikir perekrutan pemain pada Juni, Juli, dan Agustus berjalan luar biasa. Kami mendapatkan MVP, kami mendapatkan pemain-pemain yang sangat, sangat bagus,” kata Igor.
Igor Tolic menegaskan bahwa setiap pemain dalam skuad Persib Bandung memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda. Ia mencontohkan Manchester City yang tidak memiliki striker dengan karakter yang sama seperti Erling Haaland.
“Saya akan pakai contoh Manchester City. Jika Manchester City punya penyerang bernama Haaland, oke? Tahu siapa yang ada di bangku cadangan jika Haaland tidak bermain?” tanya Igor.
“Apakah Harry Kane? Atau mungkin Lewandowski? Siapa yang tersedia? Siapa yang bermain? Tahu siapa yang main di posisi nomor sembilan? Pilihan pertamanya adalah Semenyo. Jadi Haaland adalah satu hal, Semenyo adalah hal yang berbeda. Apakah mereka pemain yang sama? Tidak.”
“Dan tahu siapa opsi nomor tiga? Phil Foden. Bayangkan Phil Foden bermain sebagai nomor 9. Bagi kami, situasinya sama. Jadi ada pihak yang memaksakan agenda atau topik-topik yang tidak wajar,” lanjutnya.
Igor menilai situasi serupa juga terjadi di Persib. Saat ini, Persib memiliki sejumlah penyerang dengan gaya bermain yang berbeda, seperti Balsa Sekulic, Mariano Peralta, Ragnar Oratmangoen, Luka Menalo, hingga Uilliam Barros.
“Kami punya Balsa, striker, Peralta juga penyerang yang luar biasa. Saya tidak punya penyerang yang lebih baik dari Peralta di liga ini. Menalo, Ragnar, Beckham, Berguinho, ada 6-7 pemain, Barros juga, semuanya berbeda,” katanya.
Pelatih berusia 49 tahun ini menjelaskan alasan Balsa Sekulic selalu tampil tajam saat dipasang sebagai ujung tombak. Menurutnya, striker asal Montenegro itu telah menjadi tumpuan utama tim sejak masa pramusim.
“Jadi ketika melihat mengapa Balsa tampak paling padu sebagai pemain nomor 9, tahu apa jawabannya? Dia yang menghabiskan waktu paling banyak di posisi tersebut,” jelasnya.
“Pertandingan pertama Barros, dia bermain sebagai nomor 9. Bagaimana penampilannya? Bagus atau tidak? Saya pikir bisa lebih baik. Namun, di pertandingan kedua yang dia jalani, apakah lebih baik? Ya, kan? Oke. Lalu bagaimana penampilan Peralta di pertandingan lawan Seoul sebagai nomor 9? Oke, dia memberikan kontribusi. Jadi setiap orang di Persib, kita adalah satu tim,” tambahnya.
Namun, Igor mengakui Persib masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi. Ia berharap semua pihak dapat bersabar karena timnya masih dalam proses untuk menjadi lebih tangguh.
“Kami tahu apa yang perlu dibenahi di Persib, kami tahu ini dan kami bekerja 24 jam untuk itu. Namun, prosesnya berjalan perlahan. Kami tidak punya uang untuk membeli segalanya, semua orang, lalu mengubahnya seketika,” tuturnya.
“Transfer telah dilakukan, tim ini luar biasa, dan tolong, tidak ada masalah dengan perekrutan pemain. Kami punya beberapa masalah lain, tapi itu bukan soal perekrutan, oke?” ucapnya.
