Insiden kartu merah menjadi salah satu sorotan utama setelah Indonesia ditahan imbang 0-0 oleh Malaysia pada laga kedua Grup A. Gelandang Timnas Indonesia tersebut diusir wasit pada menit ke-37 setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Arif Aiman.
Pengamat sepak bola nasional, Aris Budi Sulistyo, menilai keputusan wasit Ko Hyung-Jin memberikan kartu merah kepada Thom Haye sudah tepat. Namun, ia melihat insiden tersebut juga memperlihatkan persoalan yang selama ini menjadi kekhawatirannya dalam kompetisi sepak bola domestik Indonesia.
Menurut Aris, Thom Haye bisa saja terbiasa dengan situasi ketika pelanggaran di kompetisi domestik tidak selalu mendapat tindakan tegas dari wasit. Kebiasaan itu dinilai dapat memengaruhi pengambilan keputusan pemain saat tampil di pertandingan internasional.
“Sangat disayangkan kartu merah Thom Haye, padahal bola masih ada di tengah lapangan dan pertandingan masih sangat panjang,” ujar Aris Budi Sulistyo, Selasa (29-9-2026).
Aris menilai kartu merah Thom Haye layak diberikan karena tekel yang dilakukan dari arah belakang terhadap Arif Aiman memang berbahaya. Arif Aiman sebelumnya mencoba membawa bola melewati pemain Indonesia melalui bagian tengah lapangan sebelum Thom Haye berusaha menghentikannya.
Wasit Ko Hyung-Jin sempat mengeluarkan kartu kuning untuk Thom Haye. Namun, keputusan itu kemudian berubah setelah wasit asal Korea Selatan tersebut meninjau tayangan VAR atas rekomendasi wasit VAR.
Setelah melihat kembali insiden tersebut, Ko Hyung-Jin membatalkan kartu kuning dan memberikan kartu merah langsung kepada Thom Haye. Keputusan itu membuat Indonesia harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37.
“Ini momen yang sudah lama saya khawatirkan dari produk kompetisi sepak bola dalam negeri kita. Saya merasa pemain seperti Thom Haye dengan kartu merah tadi malam sudah terkontaminasi kebiasaan di kompetisi domestik Indonesia yang sering melakukan pelanggaran dan didiamkan oleh wasit,” kata Aris.
Kondisi tersebut menjadi persoalan bagi Indonesia karena Malaysia justru lebih banyak menguasai permainan setelah unggul jumlah pemain. Timnas Indonesia harus bertahan dari tekanan lawan hingga pertandingan berakhir tanpa gol.
Aris juga melihat kartu merah Thom Haye sebagai momentum untuk kembali mengevaluasi kualitas perwasitan di kompetisi Indonesia. Menurutnya, ketegasan wasit terhadap setiap pelanggaran dapat membuat pemain lebih berhati-hati ketika mengambil keputusan di lapangan.
“Tentunya sangat berbeda ketika sudah di level internasional seperti FIFA Matchday seperti ini. Itulah yang saya takutkan dari kualitas kompetisi sepak bola Indonesia. Harus berbenah untuk mengevaluasi wasit, harus mencontoh wasit yang memimpin pertandingan tadi malam. Tapi, ini hanya asumsi saya,” ujar Aris.
Kartu merah itu juga membuat Thom Haye harus absen pada pertandingan terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Bangladesh pada Kamis (1-10-2026), dalam laga yang menjadi pertandingan krusial bagi Skuad Garuda.
