Mantan kapten , , menilai satu poin dari laga kontra Malaysia pada Grup A sudah cukup bagus. Timnas Indonesia akhirnya bermain imbang 0-0 melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin (28-9-2026) malam.
Dalam pertandingan tersebut, Skuad Garuda harus bermain dengan 10 pemain selama sekitar satu jam setelah Thom Haye mendapat kartu merah pada menit ke-37. Skuad Garuda sebenarnya tampil meyakinkan pada awal laga dan sempat mencetak gol melalui Justin Hubner, tetapi gol tersebut dianulir.
Setelah kehilangan Thom Haye, Indonesia lebih banyak berada di bawah tekanan. Malaysia tercatat menguasai 67 persen penguasaan bola dan melepaskan delapan tembakan yang mengarah ke gawang.
Beruntung, lini belakang dan penjaga gawang Indonesia mampu mempertahankan skor. Elkan Baggott, Maarten Paes, dan Justin Hubner menjadi bagian penting dalam meredam serangan Malaysia hingga pertandingan berakhir tanpa gol.
“Timnas Indonesia benar-benar dapat lawan yang seimbang, dan karena kalah jumlah pemain, apa boleh buat harus banyak bertahan. Tapi bagus, saya salut karena bisa mengimbangi dan minimal bisa mendapat satu poin,” ujar Agung Setyabudi kepada , Selasa (29-9-2026).
Menurut Agung, Malaysia memberikan tantangan berbeda dibandingkan Singapura yang dihadapi Indonesia pada pertandingan pertama. Harimau Malaya tampil rapi dan solid, baik ketika bertahan maupun saat membangun serangan.
Pergerakan Arif Aiman, Faisal Halim, dan Bergson di lini depan juga menjadi ancaman bagi pertahanan Indonesia. Agung menilai Malaysia memang pantas disebut sebagai lawan yang seimbang bagi Skuad Garuda.
“Jujur, Malaysia memang bagus kualitasnya. Mau pakai semua pemain abroad yang main di Eropa, tapi ya namanya kalah jumlah pemain, jelas tidak akan mudah. Saya yakin akan lain ceritanya kalau sama-sama dengan 11 pemain,” kata Agung.
Pria yang mengoleksi 53 caps bersama Timnas Indonesia itu juga menilai Skuad Garuda sebenarnya tidak bermain buruk. Timnas Indonesia mampu memberikan tekanan pada awal pertandingan, meski peluang yang didapat belum menghasilkan gol.
Situasi berubah setelah Thom Haye diusir keluar lapangan akibat tekel terhadap Arif Aiman. Bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit membuat strategi yang disiapkan pelatih menjadi sulit untuk diterapkan.
“Begitu kalah jumlah pemain, taktik pelatih jadi tidak jalan. Jujur, harusnya Malaysia layak menang, tapi Indonesia lebih percaya diri, dan terlihat sangat capek dikurung pemain Malaysia,” tutur Agung.
Agung juga membandingkan pertandingan melawan Malaysia dengan kemenangan Indonesia atas Singapura. Menurutnya, perbedaan kualitas kedua lawan membuat pertandingan melawan Malaysia menjadi ujian yang lebih berat bagi Skuad Garuda.
“Lawan Singapura kemarin layak menang karena memang beda kualitas. Kemudian Indonesia baru ketemu lawan yang sepadan, yaitu Malaysia, bahkan harus kehilangan pemain karena kartu merah. Berarti tensinya tinggi,” ujar kapten Timnas Indonesia di Piala Asia 2004 itu.
Hasil imbang melawan Malaysia membuat Timnas Indonesia harus meraih kemenangan atas Bangladesh pada pertandingan terakhir Grup A. Skuad Garuda juga berharap Malaysia bermain imbang ketika menghadapi Singapura.
Dua hasil tersebut menjadi bagian dari skenario yang dibutuhkan Indonesia untuk lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
