Malaysia menatap laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kepercayaan diri tinggi. Pelatih Tan Cheng Hoe yakin Harimau Malaya mampu mengalahkan Singapura sekaligus mengamankan tiket ke babak final.
Saat ini, Malaysia berada di puncak klasemen Grup A dengan koleksi empat poin dari dua pertandingan. Mereka unggul selisih gol atas Timnas Indonesia yang mengoleksi jumlah poin yang sama.
Hasil imbang 0-0 melawan Indonesia di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, belum cukup untuk memastikan langkah Malaysia ke final. Harimau Malaya masih harus menghadapi Singapura pada pertandingan terakhir fase grup.
Duel Malaysia kontra Singapura akan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, pada Kamis (1/10/2026). Kemenangan menjadi target utama Malaysia untuk memastikan tempat di final FIFA ASEAN Cup 2026, sementara kekalahan akan memaksa mereka menjalani laga perebutan tempat ketiga dan keempat.
Malaysia memiliki modal positif sebelum menghadapi Singapura. Mereka mengawali kiprah di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 3-0 atas Bangladesh, sebelum kemudian bermain imbang tanpa gol melawan Indonesia.
Pertandingan kontra Indonesia tersebut menjadi ujian berat bagi Harimau Malaya. Selain harus menghadapi pertahanan solid Timnas Indonesia, Malaysia juga gagal memaksimalkan sejumlah peluang meski unggul jumlah pemain setelah Thom Haye menerima kartu merah.
Dengan waktu pemulihan yang relatif singkat, Tan Cheng Hoe tetap melihat sisi positif dari pertandingan tersebut. Menurutnya, duel sengit melawan Indonesia telah memberikan pengalaman sekaligus meningkatkan kepercayaan diri para pemain menjelang laga penentuan kontra Singapura.
“Para pemain kami telah mendapatkan pengalaman dan kepercayaan diri. Pertandingan melawan Singapura juga akan berat, namun saya yakin setelah hasil positif melawan Indonesia ini, kami akan siap,” ujar Cheng Hoe.
Tan Cheng Hoe menyadari Malaysia masih memiliki pekerjaan rumah di lini depan. Sejumlah peluang yang didapat saat menghadapi Indonesia gagal dikonversi menjadi gol, tetapi sang pelatih juga mengakui bahwa pertahanan Garuda tampil solid.
Beberapa pemain Indonesia tampil impresif untuk mengamankan gawang dari tekanan Malaysia. Elkan Baggott dan Dean James menjadi bagian dari lini belakang yang bekerja keras bersama Maarten Paes hingga Malaysia gagal mencetak gol.
“Kami menciptakan beberapa peluang, namun memang ada peluang yang terbuang. Tentu saja, masih ada ruang untuk perbaikan,” ujarnya.
“Terkadang dalam sepak bola, menghadapi lawan dengan 10 pemain justru cukup sulit karena mereka mengubah pendekatan taktis; mereka bermain lebih bertahan dan lebih mengandalkan serangan balik,” kata Tan Cheng Hoe.
