Timnas Indonesia Butuh Banyak Gol, John Herdman Buka Peluang Mainkan Rayhan Hannan dan Egy Maulana Vikri Lawan Bangladesh di FIFA ASEAN Cup

Pelatih Timnas Indonesia membuka kemungkinan Rayhan Hannan dan Egy Maulana Vikri mendapatkan kesempatan bermain saat menghadapi Timnas Bangladesh. Keduanya menjadi opsi yang diperhitungkan karena Timnas Indonesia membutuhkan banyak gol pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.

Timnas Indonesia akan menghadapi Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, pada Kamis (1/10/2026) malam WIB. Pertandingan tersebut menjadi penentu bagi Joey Pelupessy dkk. dalam misi lolos ke babak final.

Herdman mendapat pertanyaan mengenai peluang Hannan dan Egy untuk bermain, mengingat keduanya belum banyak mendapatkan jam terbang dalam dua pertandingan awal Grup A. Arsitek asal Inggris itu tidak menutup kemungkinan keduanya memiliki peran penting dalam laga kontra Bangladesh.

“Semuanya mungkin,” ujar Herdman setelah latihan resmi Timnas Indonesia di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2026).

Herdman mempertimbangkan sejumlah data sebelum menentukan pemain yang akan diturunkan. Salah satu aspek yang diperhatikan adalah produktivitas gol pemain, posisi bermain, hingga jumlah gol yang dicetak dalam periode tertentu.

“Ketika melihat keputusan seorang pelatih, kami juga melihat data statistik. Kami melihat jumlah gol pemain dalam satu musim, posisi mereka bermain, dan berapa banyak gol yang dicetak pemain dalam periode 12 bulan,” kata Herdman.

Menurut Herdman, rekam jejak seorang pemain juga menjadi bagian dari pertimbangan dalam menentukan pilihan. Ia menyinggung produktivitas Luke Vickery dan Joey Pelupessy ketika membahas pemain yang dapat memberikan kontribusi di lini serang.

“Karier seorang pemain juga menceritakan sesuatu. Jika Anda melihat berapa banyak gol yang dicetak Luke Vickery atau berapa banyak gol yang dicetak Joey Pelupessy, Anda mulai bertanya, siapa pencetak gol dalam tim ini?” tutur Herdman.

Herdman juga memperhitungkan level kompetisi yang dijalani para pemain Timnas Indonesia. Ia menilai sejumlah pemain Skuad Garuda tampil di level yang lebih tinggi dan memiliki pengalaman menghadapi persaingan tersebut.

“Kemudian Anda juga melihat level kompetisi yang dimainkan para pemain ini. Mereka bermain di level yang lebih tinggi. Saya pikir Kevin Diks sudah mencetak enam gol,” ucap Herdman.

Herdman merasa statistik dapat memberikan gambaran lebih luas ketika membedah kualitas para pemain. Menurutnya, melihat data secara lebih mendalam dapat membantu memahami kontribusi yang mungkin diberikan oleh seorang pemain.

“Jadi sekali lagi, saya selalu mengatakan, jika Anda menggali lebih dalam fakta-faktanya, itu sangat membuka banyak hal,” ungkap Herdman.

Namun, Herdman menegaskan bahwa pertimbangan terhadap Hannan dan Egy bukan semata-mata berdasarkan jumlah gol. Ia melihat keduanya sebagai pemain kreatif yang dapat memberikan solusi ketika Timnas Indonesia menghadapi lawan dengan pertahanan rapat.

“Namun, para pemain tersebut adalah pemain kreatif, sangat kreatif dan menarik. Ketika pertandingan menjadi ketat dan lawan bertahan dengan blok rendah, Anda membutuhkan pemain-pemain seperti Egy yang bisa membuka ruang dan situasi,” terang Herdman.

“Jadi, bukan hanya soal gol. Mungkin Egy dan Hannan lebih dikenal karena assist yang mereka berikan,” papar Herdman.

Timnas Indonesia memang membutuhkan banyak gol untuk menyalip selisih gol Timnas Malaysia yang kini berada di puncak klasemen Grup A. Kedua kesebelasan tersebut hanya dipisahkan oleh selisih satu gol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *