BRI Super League: PSIM Apresiasi Insentif I.League untuk Klub yang Beri Menit Bermain Pemain Muda

PSIM menyambut positif kebijakan I.League terkait pemberian insentif bagi klub yang memberikan menit bermain kepada pemain muda. Musim ini, tidak ada lagi kewajiban untuk memainkan pemain U-23 dalam starting eleven. Sebagai gantinya, I.League menyiapkan bonus finansial tambahan bagi klub yang menurunkan talenta muda.

Skema bonus ini dihitung secara gradual. Semakin muda usia pemain yang diturunkan ke lapangan, semakin melimpah pula insentif yang masuk ke kas klub.

Manajer PSIM, Iksan Mahar, menilai perubahan aturan tersebut memberikan kebebasan bagi pelatih dalam menentukan komposisi terbaik pada setiap pertandingan. “Terkait insentif pemain muda, kami rasa ini cukup positif, meski sudah tidak ada kewajiban lagi untuk bermain karena kita tahu memang seyogyanya liga profesional tidak perlu ada batasan umur seperti itu,” ujar Iksan, Rabu (30-9-2026).

“Jadi, dengan tidak adanya keharusan setiap tim memainkan pemain di bawah usia 23 tahun dalam starting line-up, tentu itu hal positif yang memberikan keleluasaan lebih baik kepada pelatih untuk menentukan pemain terbaik di setiap pertandingan,” imbuhnya.

Kendati kewajiban memainkan pemain U-23 telah dihapus, Laskar Mataram tetap memberikan kesempatan kepada talenta muda untuk unjuk gigi dan mengembangkan permainan. Pada tiga laga awal BRI Super League, beberapa pemain muda mendapat menit bermain, seperti duo bek Raka Cahyana Rizky dan Muhammad Alwi Fadilah yang kini berusia 22 tahun.

“Tapi, terlepas dari itu, kami sangat mengapresiasi rencana insentif yang akan diberikan oleh I.League, terutama kepada tim yang memberikan menit bermain kepada pemain-pemain di bawah usia 23 tahun,” kata Iksan.

“PSIM dalam dua hingga tiga laga terakhir sudah memainkan Raka dan Alwi. Juga ada Cahya di situ, yang kategorinya masih masuk U-23. Ini salah satu hal positif karena kami juga memiliki banyak pemain lokal yang usianya masih masuk dalam kategori tersebut,” lanjutnya.

Bagi PSIM, kesempatan tampil tidak semata-mata ditentukan oleh faktor usia. Iksan menyebutkan bahwa semua pemain memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan kepercayaan dari tim pelatih di bawah pimpinan Jean-Paul van Gastel.

Situasi tersebut diharapkan menjadi tambahan motivasi bagi pemain muda Laskar Mataram untuk terus berkembang dan bersaing di dalam skuad. “Menurut kami, ini menjadi motivasi bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka karena tim pelatih sangat terbuka dengan kemampuan seluruh pemain tanpa memandang usia mereka,” tuturnya.

“Jadi, meskipun mereka masih di bawah usia 23 tahun, kesempatan bermain mereka tentu sama dengan pemain-pemain yang usianya sudah lebih senior,” imbuh Iksan Mahar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *