Perbandingan Nilai Pasar Timnas Indonesia Vs Bangladesh Jelang Duel di FIFA ASEAN Cup 2026: Tim Garuda Unggul 3 Kali Lipat

Timnas Indonesia akan ditantang Bangladesh pada pertandingan terakhir Grup A Premier Division di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Kamis (1/10/2026) malam WIB. Kedua tim mengusung misi yang berbeda dalam laga tersebut.

Timnas Bangladesh dipastikan sudah tersingkir dari persaingan lolos ke final FIFA ASEAN Cup setelah menelan dua kekalahan beruntun dari Malaysia (0-3) dan Singapura (0-1).

Sementara itu, performa Timnas Indonesia cukup impresif dengan mengalahkan Singapura 2-0 pada pertandingan pertama, disusul hasil imbang 0-0 saat melawan Malaysia. Skuad Garuda masih berpeluang melaju ke final jika berhasil menang atas Bangladesh dan berharap Malaysia tertahan oleh Singapura.

Selain perang taktik antarpelatih dan duel pemain di atas lapangan, menarik juga untuk membahas kekuatan nilai pasar (*market value*) dari kedua tim. Seperti apa perbandingan kekuatan nilai pasar skuad Timnas Indonesia dan Bangladesh menjelang pertandingan tersebut? Simak ulasannya berikut ini.

Timnas Indonesia memiliki total nilai pasar skuad Merah Putih mencapai Rp396,9 miliar. Nilai tersebut menempatkan Timnas Indonesia di peringkat teratas dalam daftar tim dengan market value termahal di FIFA ASEAN Cup 2026.

Melihat komposisinya, sederet pemain abroad masih menjadi penyumbang nilai pasar terbesar, terutama mereka yang bermain di kompetisi top Eropa seperti Kevin Diks (Rp86,91 miliar), Emil Audero (Rp48,67 miliar), hingga Calvin Verdonk (Rp43,45 miliar).

Selain itu, terdapat pemain dengan nilai pasar tinggi lainnya seperti Maarten Paes (Rp34,76 miliar), Dean James (Rp29,55 miliar), Justin Hubner (Rp17,38 miliar), dan Thom Haye (Rp15,64 miliar).

Sebenarnya, nilai pasar ini masih bisa melonjak lebih tinggi andai kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, dapat bergabung. Sayangnya, pemain dengan nilai pasar Rp243,34 miliar tersebut harus menepi karena mengalami cedera.

Di kubu seberang, Timnas Bangladesh memiliki nilai pasar total mencapai Rp116,2 miliar. Nilai tersebut membuat nilai pasar skuad Bangladesh hanya sekitar sepertiganya dari total nilai pasar Timnas Indonesia.

Meski begitu, Timnas Bangladesh tidak mau kalah soal urusan potensi pemain. Mereka memiliki lima pemain yang saat ini juga sedang bermain di luar negeri (*abroad*), yaitu Hamza Choudhury, Samit Shome, Tariq Kazi, Zayyan Ahmed, dan Farhan Ali Wahid. Kondisi ini membuat Timnas Indonesia tetap wajib mewaspadai potensi dari Bangladesh.

Dari skuad yang ada, Hamza Choudhury menjadi pemain dengan nilai pasar termahal di Bangladesh dengan taksiran mencapai Rp69,53 miliar. Ia juga bermain untuk salah satu tim mapan di Inggris, Sheffield United.

Namun, selisih nilai pasar pemain lainnya di Timnas Bangladesh sangat mencolok. Di posisi kedua, ada winger Rakib Hossain dan gelandang Mohammad Ridoy dengan market value Rp4,35 miliar, lalu disusul Sohet Rana dengan nilai pasar Rp3,48 miliar.

Timnas Bangladesh rupanya sudah sering bertemu dengan Timnas Indonesia dalam berbagai ajang. Menurut data dari 11v11, kedua tim setidaknya telah bertemu sebanyak tujuh kali sepanjang sejarahnya.

Dari ketujuh pertemuan tersebut, Timnas Indonesia unggul dalam catatan head-to-head. Skuad Garuda mengoleksi empat kemenangan dan dua hasil imbang, serta hanya satu kali merasakan kekalahan dari Bangladesh.

Satu-satunya kemenangan Bangladesh atas Indonesia terjadi pada tahun 1985 dengan skor 2-1. Sementara itu, empat kekalahan lainnya masing-masing terjadi dengan skor 0-4 di Piala Merdeka 1975, 1-2 dalam laga uji coba tahun 1984, 0-1 pada tahun 1985, dan 0-2 dalam laga uji coba tahun 2008.

Pertemuan terakhir kedua tim terjadi dalam laga uji coba pada 1 Juni 2022 yang berakhir imbang 0-0. Dengan demikian, Bangladesh cukup mengenal karakter permainan dari Timnas Indonesia.

Sumber: Transfermarkt

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *