Federasi Sepak Bola ( ) mengajukan protes resmi kepada FIFA terkait insiden perubahan durasi waktu tambahan secara mendadak pada laga di . Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Dalam momen yang dipersoalkan, wasit keempat awalnya mengangkat papan tambahan waktu selama dua menit, sebelum akhirnya direvisi menjadi tujuh menit tanpa alasan yang jelas di lapangan. Rentang tambahan waktu tersebut dimanfaatkan oleh Timnas Indonesia untuk menambah dua gol hingga menutup laga dengan skor 9-2.
Kemenangan besar tersebut mengantar Indonesia unggul dalam produktivitas gol atas Malaysia di Grup A. Meski sama-sama mengoleksi tujuh poin dengan selisih gol identik (+9), Indonesia berhak melaju ke final karena mencetak total 11 gol, sementara Malaysia mengemas 9 gol.
Pada saat yang sama, Malaysia menaklukkan Singapura 6-0, namun harus puas melaju ke perebutan tempat ketiga. Melalui pernyataan resmi, FAM menegaskan keprihatinan serius atas perubahan durasi waktu tambahan tersebut dan mempertanyakan keabsahan prosedur penetapannya.
FAM mendesak FIFA untuk melakukan investigasi menyeluruh atas insiden yang terjadi pada laga di SUGBK tersebut. Federasi tersebut menekankan bahwa pengelolaan waktu pertandingan yang akurat dan konsisten adalah elemen penting untuk menjaga integritas laga.
Prinsip tersebut dinilai krusial agar setiap pertandingan berjalan adil, transparan, dan sesuai dengan Laws of the Game. FAM juga menegaskan bahwa protes ini bukan untuk menantang hasil pertandingan atau mempertanyakan kinerja tim, melainkan untuk mendapatkan klarifikasi resmi mengenai proses dan prosedur kepemimpinan pertandingan yang berlaku.
Secara spesifik, FAM meminta FIFA menjabarkan dasar, prosedur, dan situasi yang melatarbelakangi perubahan durasi injury time dari dua menjadi tujuh menit. FAM juga menuntut peninjauan insiden serta penjelasan rinci terkait keputusan yang diambil oleh para wasit yang bertugas.
Menanggapi protes tersebut, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, membela keputusan perangkat pertandingan. Ia menyebut angka dua menit yang sempat terpampang sebagai kekeliruan teknis pada perangkat pertandingan.
Herdman menambahkan bahwa kesalahan tersebut segera disadari oleh suporter di stadion, sebelum kemudian papan pengumuman memperbarui durasi waktu tambahan menjadi tujuh menit. Sementara itu, striker Malaysia, Bergson da Silva, mengunggah komentar di media sosial yang mempertanyakan perubahan waktu tambahan tersebut, yang kemudian memantik beragam reaksi dari warganet Indonesia.
Dengan hasil ini, Timnas Garuda memastikan tempat di partai puncak dan dijadwalkan menghadapi Thailand pada 5 Oktober untuk memperebutkan gelar juara.
