Timnas Indonesia dipastikan akan bertemu Thailand pada laga final di SUGBK Jakarta, Senin (5/10/2026) malam WIB. Perebutan gelar juara edisi perdana turnamen garapan AFC dan FIFA dalam kalender FIFA Matchday ini diprediksi akan berjalan alot.
Timnas Indonesia memastikan lolos ke partai puncak setelah secara heroik dan dramatis mengalahkan Bangladesh dengan skor 9-2. Pasukan John Herdman ini memimpin Grup A Divisi 1 dengan koleksi tujuh poin.
Perjuangan hebat anak asuh John Herdman tersebut sekaligus memupus ambisi Malaysia yang sebelumnya menumbangkan Singapura 6-0. Meski sama-sama mengoleksi tujuh poin dan memiliki selisih sembilan gol, produktivitas Timnas Indonesia lebih unggul dibandingkan Harimau Malaya dengan perbandingan gol 11:9.
Sementara itu, Thailand lebih dulu melangkah ke final setelah menundukkan Vietnam 2-0 pada laga kedua fase Grup B di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (29/9/2026) lalu. The Elephant War memimpin grup ini dengan raihan enam poin dan agregat enam gol.
Pada pertandingan pamungkas Grup B, Thailand menghadapi Filipina, sedangkan Vietnam ditantang Pakistan. Vietnam berhasil menghajar Pakistan 4-2, namun hasil ini tidak menggoyahkan langkah Thailand untuk bertemu Timnas Indonesia di partai puncak. Secara head-to-head, Thailand lebih unggul dibandingkan The Golden Stars, julukan timnas Vietnam.
Bagaimana kans Timnas Indonesia menjinakkan Thailand di final nanti? “Secara teknis, kedua tim punya peluang sama untuk menjadi juara. Tapi dari faktor nonteknis, kans Timnas Indonesia lebih besar dari Thailand. Karena telah terbukti dukungan puluhan ribu penonton di SUGBK mampu membakar adrenalin para pemain Timnas Indonesia,” kata Gusnul Yakin.
Namun, Thailand yang diasuh Anthony Hudson ini diyakini tidak akan gentar menghadapi teror Garuda Fans. Pasalnya, Chanathip Songkrasin dan kolega telah terbiasa bertanding di bawah tekanan ribuan suporter maupun tim lawan.
“Jika melihat peringkat FIFA di angka 94 dan sering menghadapi tim-tim kuat, saya kira pemain Thailand telah kebal dengan segala jenis teror. Sebagai raksasa sepak bola ASEAN, mental pemain Thailand pun sudah teruji dan sangat tangguh,” jelasnya.
Pengamat sepak bola senior asal Malang ini meminta John Herdman agar tidak melakukan eksperimen atau mengacak-acak lagi posisi pemain Timnas Indonesia. “Permainan buruk Timnas Indonesia di pertandingan sebelumnya karena John Herdman mengubah posisi pemain. Saya berharap dia tidak bereksperimen lagi melawan Thailand nanti,” ujarnya.
Mantan pelatih Arema ini memuji semangat dan patriotisme para pemain Timnas Indonesia. Namun, modal ini dirasa belum cukup untuk menghadapi Thailand yang memiliki kematangan dalam bermain.
“Saya prediksi final nanti akan terjadi adu taktik dan teknik antara pelatih serta pemain. Timnas Thailand sangat matang. Timnas Indonesia harus bermain cool untuk meladeni mereka. Emosi tetap dibutuhkan, tapi jangan berlebihan, karena partai final selalu menguras energi dan emosi,” ucapnya.
Tak lupa, Gusnul Yakin meminta John Herdman menyiapkan algojo jika pertandingan harus berlanjut ke adu penalti. Kemungkinan ini bisa saja terjadi jika kedua tim bermain imbang hingga babak tambahan berakhir.
“Yang tidak kalah krusial adalah memilih eksekutor adu penalti. John Herdman harus menyiapkan sejak dini siapa yang bisa menjadi algojo. Karena ini menyangkut teknis, skill, dan mental pemain dalam menanggung beban di momen penting,” tuturnya.
