Raja Isa memuji semangat perjuangan pemain di ajang tersebut. Ia menilai kualitas Kevin Diks dan kawan-kawan telah teruji pada tiga laga fase Grup A sebelumnya.
Pengamat sepak bola asal Malaysia ini yakin motivasi anak asuh John Herdman berada di titik puncak saat menghadapi Thailand di laga final. Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026) malam WIB.
“Saya amati grafik mental pemain Timnas Indonesia terus naik sejak awal hingga akhir laga fase grup, terutama dalam dua partai sengit melawan Malaysia dan Bangladesh. Cara mereka melewati momen krusial dalam tekanan tinggi sangat luar biasa,” katanya.
Raja Isa menyebut hasil imbang tanpa gol melawan Malaysia dengan sepuluh pemain sebagai perjalanan yang tidak mudah. Begitu pula ketika Timnas Indonesia memastikan kelolosan ke final setelah menutup laga melawan Bangladesh dengan skor 9-2.
“Dua partai melawan Malaysia dan Bangladesh itu sangat berat. Saat mengalahkan Bangladesh, sebenarnya Timnas Indonesia juga menghadapi Malaysia sebagai pesaing menuju final. Mencetak dua gol di sisa waktu satu menit adalah bukti kekuatan semangat Timnas Indonesia,” jelasnya.
Pelatih yang pernah berkarier selama 17 tahun di Indonesia itu sangat memahami semangat nasionalisme pemain Indonesia. Ia mengapresiasi para pemain diaspora yang berkorban untuk mengharumkan tanah leluhur mereka.
“Saya kira patriotisme pemain diaspora Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Mereka menjaga harkatnya sebagai pemain profesional,” ujar Raja Isa. “Mereka juga berjuang mati-matian untuk tanah kelahiran leluhurnya. Semua kekuatan ini akan mencapai puncaknya saat menghadapi Thailand nanti,” lanjutnya.
Mantan jurutaktik PSM dan Persipura ini menyebut keangkeran SUGBK Jakarta memiliki aura kuat untuk menjatuhkan mental pemain Thailand. “Selain Stadion Rajamangala Bangkok, SUGBK Jakarta juga termasuk venue angker bagi tim lawan,” ujar Raja Isa.
“Saya yakin SUGBK akan penuh dengan suporter tuan rumah. Garuda fans menjadi kekuatan yang mampu meruntuhkan moral pemain Thailand,” lanjutnya.
Meskipun statistik berpihak kepada Thailand, Raja Isa tetap optimistis Timnas Indonesia mampu memperbaiki rekor pertemuan mereka. “Ini kesempatan terbaik bagi Timnas Indonesia untuk meraih gelar internasional pertama. Saya yakin John Herdman dan para pemain ingin mempersembahkan trofi untuk Indonesia,” tuturnya.
