PSIM Yogyakarta belum mendapatkan hasil maksimal. Laskar Mataram baru mengukir satu hasil imbang dan dua kekalahan dari tiga laga yang telah dijalani. Saat ini, PSIM menempati posisi ke-14 klasemen sementara dengan koleksi satu poin.
Franco Ramos dkk. hanya terpaut dua tangga dari Persijap Jepara yang berada di urutan ke-16, atau batas akhir zona degradasi.
Jeda kompetisi dimanfaatkan PSIM Yogyakarta untuk menjaga kondisi fisik dan mengembalikan ritme permainan. Salah satunya melalui internal game yang digelar di Lapangan Yogyakarta Independent School (YIS), Sabtu (3/10/2026). Seluruh pemain dibagi ke dalam dua tim dan menjalani pertandingan selama 90 menit dengan pengawalan wasit.
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, sengaja membuat simulasi tersebut menyerupai laga resmi. “Menurut saya, sangat penting semua pemain mendapatkan kesempatan bermain selama 90 menit. Terutama setelah jeda tiga pekan, kami perlu mengembalikan ritme permainan,” ujar Van Gastel.
Internal game juga menjadi kesempatan bagi pemain yang belum mendapatkan menit bermain cukup di kompetisi resmi. Van Gastel ingin skuadnya tetap berada dalam kondisi siap ketika dibutuhkan.
Selain aspek permainan, pelatih asal Belanda itu memberikan perhatian terhadap respons fisik pemain. Ia mengapresiasi usaha anak asuhnya sepanjang pertandingan internal tersebut. “Yang saya lihat dan apresiasi adalah kerja keras mereka secara fisik. Mereka juga menunjukkan keinginan untuk memberikan yang terbaik bagi tim,” katanya.
“Kami berusaha membuat dua tim dengan kekuatan yang seimbang. Ada beberapa pemain yang sudah terbiasa bermain bersama, jadi kami mencoba menggabungkan mereka dengan komposisi yang berbeda,” jelas Van Gastel.
Hasil internal game merupakan salah satu bahan evaluasi Van Gastel menjelang lanjutan BRI Super League. Laskar Mataram dijadwalkan menjamu Persija Jakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul (10/10/2026).
Namun, bagi Van Gastel, penentuan pemain dan komposisi tim tidak hanya bergantung pada hasil latihan. Perkembangan pemain setiap pekan akan menjadi pertimbangan sebelum menentukan pilihan.
Lebih dari itu, Van Gastel menilai faktor kemauan bakal sangat menentukan perjalanan PSIM. Setiap pemain dituntut siap bekerja keras serta memberikan pengorbanan untuk kepentingan tim.
“Semua akan melihat bagaimana perkembangan tim selama pekan ini. Yang paling penting adalah kemauan setiap pemain untuk bekerja keras, berkorban, dan berjuang bersama demi kepentingan tim,” tegasnya.
