Harimau Malaya kini bersiap mengalihkan perhatian ke laga perebutan tempat ketiga. Malaysia akan menghadapi Vietnam dalam pertandingan yang menjadi kesempatan terakhir untuk menutup perjalanan di turnamen ini dengan hasil positif.
Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, menegaskan bahwa skuadnya tetap membidik kemenangan. Ia ingin timnya mempertahankan reputasi dan tren positif yang sudah ditunjukkan sepanjang kejuaraan di Asia Tenggara. Meski demikian, Tan Cheng Hoe tidak ingin para pemainnya meremehkan Vietnam.
Ia menilai Vietnam tetap menjadi salah satu kekuatan terbaik di sepak bola Asia Tenggara, sehingga Malaysia harus memberikan penghormatan penuh kepada lawan. “Tentu saja, sebagai pelatih dan sebagai tim, kami ingin mencapai sesuatu, ingin tampil baik, dan ingin melanjutkan tren positif ini. Kami harus menghormati Vietnam,” ujar Tan Cheng Hoe dalam sesi official training, Minggu (4-10-2026).
Tan Cheng Hoe menyebut pertandingan melawan Vietnam akan menghadirkan tantangan berbeda dibandingkan laga-laga sebelumnya. Itulah mengapa ia menilai kondisi mental dan suasana di dalam tim menjadi bagian penting dari persiapan Malaysia.
“Harapannya kami sudah bersiap, berada dalam suasana tim yang baik, atmosfer yang bagus, serta semangat yang tinggi untuk menghadapi Vietnam,” kata pelatih berusia 58 tahun itu.
Selain persiapan mental, kebugaran pemain juga menjadi perhatian tim pelatih Malaysia. Pasalnya, skuad Harimau Malaya harus menjalani tiga pertandingan dengan intensitas tinggi dalam jadwal yang padat, sehingga kondisi fisik para pemain utama cukup terkuras.
Di sisi lain, kegagalan mencapai partai final memang membuat Malaysia kecewa. Namun, para pemain dituntut segera bangkit dan mengalihkan fokus untuk menghadapi Vietnam dalam perebutan tempat ketiga.
Tan Cheng Hoe melihat pertandingan ini sebagai kesempatan bagi anak asuhnya untuk kembali menunjukkan kualitas terbaik. Ia berharap Malaysia dapat memanfaatkan laga perebutan tempat ketiga sebagai momentum untuk memberikan penampilan maksimal di level regional.
