3 Pemain Thailand Paling Berbahaya bagi Timnas Indonesia di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia akan memasuki pertandingan terakhir dengan menghadapi Thailand pada laga final di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5-10-2026) malam WIB. Kedua tim sama-sama berstatus sebagai juara grup.

Indonesia memuncaki Grup A dengan koleksi tujuh poin dari tiga pertandingan. Kevin Diks dan kawan-kawan unggul dalam produktivitas gol dibandingkan Malaysia, meskipun keduanya memiliki perolehan poin yang sama.

Sementara itu, Thailand menjadi juara Grup B dengan raihan enam poin. The War Elephants mengumpulkan poin yang sama dengan Vietnam, tetapi unggul dalam catatan head-to-head dan selisih gol.

Pertemuan Indonesia dan Thailand di level Asia Tenggara sudah berlangsung lama. Thailand sejauh ini memiliki rekor pertemuan yang lebih baik, sehingga Skuad Garuda berambisi mengakhiri dominasi lawan pada final FIFA ASEAN Cup 2026.

Thailand tetap menjadi ancaman serius bagi pasukan John Herdman. Pelatih Timnas Thailand, Anthony Hudson, memiliki sejumlah pemain berkualitas yang dapat menyulitkan Timnas Indonesia. Berikut adalah tiga nama yang patut mendapatkan perhatian khusus.

Nicholas Mickelson menjadi salah satu pemain Thailand yang perlu diwaspadai. Bek sayap berusia 27 tahun tersebut merupakan pemain dengan nilai pasar tertinggi di skuad The War Elephants, yakni mencapai Rp17,38 miliar.

Mickelson, yang bermain untuk Elversberg di Bundesliga, telah menjadi bagian penting Timnas Thailand sejak menjalani debut pada 23 Maret 2023. Ia kini telah mengantongi 35 caps dan mencetak dua gol di level senior.

Salah satu keunggulan Mickelson adalah kemampuannya bermain di kedua sisi pertahanan. Meski berkaki dominan kanan, ia mampu beroperasi sebagai bek kanan maupun bek kiri dengan baik.

Chanathip Songkrasin merupakan salah satu sosok paling dikenal dalam skuad Thailand. Selain menjadi pemain senior, ia juga dipercaya sebagai kapten The War Elephants.

Chanathip pernah mendapat julukan “Lionel Messi dari Thailand” karena memiliki beberapa kemiripan dengan bintang asal Argentina tersebut, termasuk kemampuan kaki kiri dan postur tubuhnya yang mencapai 163 cm. Ia telah mencatat 77 penampilan dan 15 gol bersama Timnas Thailand sejak debut pada 30 November 2012.

Sebelum memperkuat Pathum United, Chanathip juga pernah bermain di Jepang bersama Sapporo dan Kawasaki Frontale. Anthony Hudson dapat mengandalkan pemain ini sebagai pengatur serangan.

Kelincahan, visi bermain, kemampuan menggiring bola di ruang sempit, serta ketepatan umpan menjadi beberapa kekuatan utamanya. Ia juga memiliki kemampuan membaca ruang dan mengatur tempo permainan, sehingga perannya di lini tengah Thailand patut diwaspadai oleh Timnas Indonesia.

Supachai Chaided menjadi ancaman utama Thailand di lini depan. Penyerang berusia 27 tahun itu memiliki postur 185 cm dan kemampuan menyelesaikan peluang yang mumpuni di dalam kotak penalti.

Supachai telah mengoleksi delapan gol dari 48 penampilan bersama Timnas Thailand sejak debut pada 11 Oktober 2018. Di level klub, ia memperkuat Buriram United.

Kekuatan fisik dan kemampuan teknik membuat Supachai berbahaya ketika berada di area pertahanan lawan. Posturnya juga mendukung kemampuan dalam duel udara, sehingga ia bisa menjadi sasaran umpan lambung maupun situasi bola mati.

Namun, Supachai tidak hanya menunggu bola di dalam kotak penalti. Ia juga mampu turun membantu permainan atau bergerak ke sisi lapangan untuk membuka ruang bagi rekan-rekannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *