Indonesia berhasil menjuarai pertandingan setelah menaklukkan Thailand lewat adu penalti 4-2. Partai final di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Senin (5/10/2026) malam WIB tersebut berakhir imbang 2-2 hingga 120 menit.
Kemenangan diraih dengan cara yang dramatis. John Herdman melakukan perubahan taktik dadakan yang menyelamatkan Tim Garuda dari kekalahan pada masa perpanjangan waktu.
Thailand harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-83 setelah Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua. Hadiah tendangan bebas dimaksimalkan Indonesia menjadi gol lewat eksekusi Dean James.
Namun, Thailand berhasil menyamakan skor pada menit ke-87 melalui gol Iklas Sanron sehingga laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu. Thailand kemudian berbalik memimpin via gol Peeradon Chamratsamee pada menit ke-111.
Indonesia terhindar dari kekalahan berkat sontekan Elkan Baggott yang memaksa duel ditentukan lewat adu penalti. “Mengenai keputusan terbesar secara taktik, itu terjadi ketika kami memasuki masa perpanjangan waktu. Saya berusaha membuat tim tetap tenang dan percaya kepada struktur permainan. Saya mendorong bek tengah tambahan untuk ikut naik membantu serangan,” ujar Herdman.
Keputusan John Herdman mendorong Elkan Baggott ke lini depan menghadirkan dimensi baru. Indonesia memiliki dua *target man* di kotak penalti Thailand bersama Mitchel Baker, yang keduanya bertinggi di atas 190 cm.
Strategi tersebut langsung memberikan dampak nyata. Meski gol penyeimbang Baggott tidak tercipta dari sundulan, bek tengah tersebut menyambar tepisan kiper Thailand untuk menggetarkan gawang lawan.
“Saya mengatakan kepada para pemain: Percayalah pada struktur. Kalian akan mencetak gol dari situasi bek tengah tambahan yang ikut naik. Kalian akan mencetak gol. Percayalah pada struktur. Gunakan ritme yang berlawanan,” tegas Herdman.
Usai laga, John Herdman menyoroti kontribusi penting Rizky Ridho dalam proses gol Baggott. Ridho berani naik untuk memicu pergerakan dan mengirim umpan tarik yang menjadi kunci.
Pergerakan *overlap* ke dalam yang ia lakukan bersama Kevin membuka ruang bagi Elkan untuk menyelesaikan peluang. Momen tersebut menjadi titik balik Indonesia sebelum akhirnya menang melalui adu penalti 4-2.
“Rizky mengira saya memintanya untuk menahan diri. Ketika akhirnya dia memicu pergerakan dan ikut naik, dia melakukan *overlap* ke dalam bersama Kevin dan itu membuka ruang untuk Elkan. Itu adalah momen yang sangat bagus,” pungkas Herdman.
