Malaysia Finis Ketiga FIFA ASEAN Cup 2026, Raja Isa Dorong Tan Cheng Hoe Dipermanenkan

Malaysia berhasil mengobati kekecewaan dengan merebut peringkat ketiga. Pada pertandingan perebutan peringkat ketiga di SUGBK, Jakarta, Senin (5-10-2026) sore, Harimau Malaya menang tipis atas Vietnam 1-0. Gol semata wayang Malaysia dicetak oleh striker naturalisasi, Fergus Tierney, pada menit ke-62 setelah memanfaatkan umpan Manuel Hidalgo.

Hidalgo memilih untuk mengumpan meskipun ia memiliki kesempatan untuk menyamai koleksi gol Mitchell Baker. Baker lantas keluar sebagai top scorer FIFA ASEAN Cup 2026 dengan total lima gol. Mesin gol baru Timnas Indonesia tersebut mengoleksi lima gol, sementara Hidalgo hanya mengoleksi empat gol, berselisih satu gol darinya.

Di sisi lain, pencapaian Timnas Malaysia kali ini mendapat pujian dari Raja Isa Raja Akram Shah. Pengamat sepak bola regional ASEAN tersebut menilai para pemain telah menunjukkan iktikad untuk bangkit demi memperbaiki citra sepak bola Malaysia. Hal ini menyusul kasus pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi pada kualifikasi Piala Asia 2027.

“Bagi saya, ini prestasi luar biasa bagi Malaysia usai kasus naturalisasi kemarin. Melihat kiprah Malaysia di FIFA ASEAN Cup ini, saya nilai mereka tampak tak terpengaruh dengan kasus itu. Saya melihat para pemain ingin menunjukkan jati diri sepak bola Malaysia,” kata Raja Isa.

Kendati gagal lolos ke babak final, pengamat asal Malaysia tersebut menyebut tim asuhan Tan Cheng Hoe berhasil menempatkan diri setara dengan Timnas Indonesia, Singapura, dan Vietnam yang merupakan peserta Piala Asia 2027.

“Hasil di FIFA ASEAN Cup ini bukti sebenarnya Malaysia memang layak ke Piala Asia 2027, andai kami tak tersandung masalah naturalisasi pemain. Faktanya, kami mampu menghadapi tim Asia Tenggara yang lolos ke Piala Asia 2027. Hanya Thailand yang tak mereka hadapi di FIFA ASEAN Cup ini,” ujarnya.

Pelatih yang pernah berkarier selama 17 tahun di Indonesia tersebut juga mengacungkan jempol kepada pelatih Harimau Malaya, Tan Cheng Hoe, yang memberikan warna permainan bagus bagi Timnas Malaysia. Rekor tak terkalahkan dan catatan clean sheet dari empat pertandingan dinilai sebagai sebuah prestasi luar biasa.

“Kesalahan kami saat seri melawan Timnas Indonesia. Malaysia gagal memanfaatkan kelebihan jumlah pemain untuk mengalahkan tuan rumah. Padahal, jika menang, Malaysia punya kesempatan ke final. Malaysia satu-satunya peserta yang mencatat clean sheet. Ini sungguh luar biasa,” tutur Raja Isa.

Raja Isa berharap kinerja apik Tan Cheng Hoe mendapatkan apresiasi dari FAM (Asosiasi Sepak Bola Malaysia). Pasalnya, status pelatih berusia 58 tahun itu saat ini masih sebagai pelatih interim atau sementara.

Tan Cheng Hoe menggantikan Peter Cklamovski yang mengundurkan diri pada 18 Juni lalu. Pengunduran diri tersebut terjadi usai terbongkarnya kasus pemalsuan dokumen naturalisasi pemain.

“Status Tan Cheng Hoe saat ini sebagai interim. Dengan prestasi di turnamen ini, saya kira dia sangat pantas dipermanenkan sebagai pelatih kepala Malaysia. Dia mampu bersaing taktik dengan pelatih asing seperti John Herdman dan Kim Sang-sik,” ujar Raja Isa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *