Gelandang senior tim nasional Thailand, Sarach Yooyen, mengambil langkah cepat untuk menyampaikan permohonan maaf terbuka usai kegagalan timnya meraih gelar juara Piala ASEAN FIFA 2026 pada Minggu (5/10/2026). Thailand harus merelakan trofi jatuh ke tangan tuan rumah Indonesia dalam partai final yang berlangsung penuh drama.
Laga pamungkas yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, tersebut disaksikan oleh lebih dari 70 ribu suporter Merah Putih. Tekanan tinggi dari tribun membuat pertandingan berjalan dengan intensitas luar biasa sejak peluit pertama dibunyikan.
Thailand sebenarnya sempat menunjukkan mental baja meski harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-81. Bek kanan mereka, Nicholas Mickelson, menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah akibat pelanggaran keras di area pertahanan.
Keunggulan jumlah pemain langsung dimanfaatkan Indonesia untuk memecah kebuntuan pada menit ke-84 hingga unggul 1-0. Namun, Thailand secara mengejutkan mampu membalas dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol Ekkas Sanharun di menit ke-87, yang memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu.
Pada babak perpanjangan waktu, drama kembali berlanjut ketika Peeradon Chamratsamee membawa Thailand berbalik unggul 2-1 pada menit ke-111. Sayangnya, kemenangan yang sudah di depan mata sirna setelah skuad Garuda menyamakan skor menjadi 2-2 pada menit ke-116.
Skor imbang bertahan hingga laga usai dan harus ditentukan melalui adu penalti. Pada babak adu penalti, Thailand harus mengakui keunggulan Indonesia dengan skor akhir 2-4 setelah dua eksekutor mereka gagal menjalankan tugasnya. Sarach Yooyen dan Natthapong Sairiya menjadi salah satu penendang penalti Thailand yang gagal mencetak gol.
Merasa bertanggung jawab atas kegagalan tersebut, Sarach mengunggah pesan emosional di akun media sosial miliknya. “Saya meminta maaf kepada seluruh penggemar sepak bola Thailand,” tulis Sarach Yooyen singkat melalui unggahan Instagram Story miliknya usai pertandingan.
Skuad Thailand dijadwalkan langsung bertolak pulang dan akan tiba di Bandara Internasional Suvarnabhumi. Tim kepelatihan kini bersiap melakukan evaluasi menyeluruh untuk membenahi performa tim menjelang turnamen King’s Cup ke-52 di Provinsi Sisaket pada kalender FIFA.
Sumber: Thairath Online
