Debut Bersama Timnas Indonesia Langsung Raih Trofi Juara, Luke Vickery Bertekad Terus Berkembang

Menutup pengalaman perdananya di 2026 dengan pencapaian istimewa, pemain berusia 20 tahun itu ikut mengantarkan Timnas Indonesia menjadi juara. Timnas Indonesia menang atas Thailand melalui adu penalti 4-2 (2-2) pada laga final di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5-10-2026) malam WIB.

Bagi Vickery, keberhasilan mengangkat trofi bersama Timnas Indonesia menjadi momen yang sulit dilupakan. FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan turnamen besar ASEAN pertama yang diikuti pemain Macarthur di kompetisi Australia tersebut sejak resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada 16 Juli 2026.

Pelatih John Herdman kembali memberikan kepercayaan kepada Vickery saat menghadapi Thailand. Ia dimainkan sejak menit awal sebagai winger kanan dan berada di lapangan selama 60 menit sebelum digantikan oleh Rizky Ridho.

Kendati kontribusinya pada laga final tidak terlalu menonjol, Vickery tetap mendapatkan pengalaman berharga. Ia menjadi salah satu pemain yang selalu tampil dalam perjalanan Timnas Indonesia sejak fase grup hingga pertandingan puncak.

Final kontra Thailand menjadi penampilan keempat Vickery di FIFA ASEAN Cup 2026. Ia selalu masuk dalam daftar pemain Timnas Indonesia sejak pertandingan melawan Singapura, Malaysia, dan Bangladesh, hingga Thailand.

Debut Vickery bersama Timnas Indonesia berlangsung saat menghadapi Singapura di SUGBK, Jumat (25-9-2026). Langsung dipercaya sebagai starter, pemain kelahiran Australia itu tampil di posisi sayap kanan dan memberikan kontribusi positif.

Vickery mencatatkan assist untuk gol Ragnar Oratmangoen pada menit ke-15. Performa apiknya berlanjut ketika Timnas Indonesia menghadapi Bangladesh pada pertandingan ketiga fase grup.

Dalam kemenangan telak 9-2 tersebut, Vickery turut mencetak gol. Ia pun mengakhiri turnamen dengan catatan 237 menit bermain, satu gol, satu assist, serta medali juara.

Vickery mengakui bahwa laga final melawan Thailand menjadi pertandingan yang sangat sulit dilupakan. Jalannya laga berlangsung ketat dengan perubahan momentum yang terjadi berkali-kali hingga kedua tim harus menentukan juara melalui adu penalti.

Vickery merasa kesulitan menggambarkan seluruh emosi yang dirasakan sepanjang pertandingan. Menurutnya, tensi laga terus berubah sebelum Timnas Indonesia akhirnya memastikan gelar juara.

“Sulit untuk menggambarkan pertandingan seperti ini. Ada begitu banyak emosi, dengan momentum yang terus naik dan turun,” kata Vickery seperti dilansir dari situs resmi FIFA.

Vickery mengaku bangga bisa menjadi bagian dari keberhasilan Timnas Indonesia meraih trofi FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, ia tidak ingin terlalu fokus pada catatan pribadi berupa gol dan assist.

Menurutnya, keberhasilan tim menjadi juara jauh lebih penting. Ia juga bertekad untuk terus meningkatkan kemampuan agar bisa kembali mendapat kepercayaan memperkuat Timnas Indonesia pada kesempatan berikutnya.

“Saya selalu ingin terus berkembang. Saya mencetak beberapa gol dan memberikan sejumlah assist di turnamen ini. Namun, pada akhirnya, kami berhasil memenangkan seluruh turnamen. Hanya itu yang terpenting,” tegas Vickery.

FIFA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *