Tak banyak yang tahu bahwa selain Dion Markx, terdapat sosok lain di balik kesuksesan Indonesia menggondol gelar juara ASEAN FIFA Cup 2026. Gelar bergengsi edisi pertama besutan FIFA tersebut berhasil diraih setelah tim asuhan John Herdman mengalahkan Thailand melalui drama adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5-10-2026).
Duel sengit tersebut harus dipungkasi dengan adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 2-2 hingga babak perpanjangan waktu berakhir. Salah satu pemain yang masuk dalam skuad tersebut adalah Dion Markx, pemain Persita yang berstatus pinjaman dari Persib Bandung.
Kendati tidak mendapat kesempatan bermain selama turnamen karena ketatnya persaingan di lini pertahanan, Persita tetap bangga atas pemanggilan bek naturalisasi berusia 21 tahun tersebut. Pemanggilan ini sekaligus membuktikan bahwa Dion Markx masuk dalam daftar palang pintu terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini.
Selain Dion Markx, Persita ternyata masih memiliki satu wakil lagi di Skuad Garuda yang sukses menorehkan sejarah. Sosok tersebut adalah Raden Muhammad Sabilillahi, yang di Persita bertugas sebagai asisten pelatih kiper.
Atas permintaan pelatih John Herdman, Raden Muhammad Sabilillahi kemudian diminta bergabung ke dalam tim pelatih kiper timnas yang membina Emil Audero dkk. Keberhasilan timnas mengakhiri puasa gelar sejak tahun 1991 membuat Raden Muhammad Sabilillahi merasa sangat bangga dan bersyukur.
“Alhamdulillah, awalnya saya mendapat pemanggilan pada tahun 2025 untuk membantu Timnas Indonesia U-23 dalam masa persiapan Piala AFF U-23 di Jakarta,” kata Raden Muhammad Sabilillahi.
“Kemudian, sekitar akhir Agustus lalu, saya kembali dihubungi dan menjalani wawancara untuk posisi asisten pelatih kiper timnas di FIFA ASEAN Cup 2026. Tidak lama berselang, saya mendapatkan konfirmasi bahwa saya tergabung menjadi bagian dari staf timnas,” imbuh pelatih yang akrab disapa Coach Sabil tersebut.
Berada di lingkungan timnas yang dikepalai oleh pelatih sekaliber John Herdman menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi Raden Muhammad Sabilillahi. Terlebih lagi, ia bisa bekerja sama dengan kiper sekondang Maarten Paes dan Emil Audero yang berkarier di Eropa.
“Banyak sekali yang saya dapatkan selama menjalani turnamen. Pertama, tentu saja ilmu dan pengalaman baru dari head goalkeeper coach, Andrej Kostolansky, terutama dalam hal mengatur set pieces menyerang dan bertahan,” ujar Raden Muhammad Sabilillahi.
“Beliau di timnas dipercaya dalam hal set pieces, di luar menangani goalkeeper department,” tambahnya.
“Saya juga mendapatkan pengalaman bagus karena bisa membantu tiga kiper terbaik Indonesia yang mempunyai tiga karakter berbeda. Selama berlatih, mereka selalu memberikan intensitas yang bagus, selalu memberikan yang terbaik, dan juga merupakan pribadi yang luar biasa,” ungkapnya.
“Tentu saja syukur alhamdulillah, semua ini atas izin Allah. Saya sangat bersyukur, terharu, senang, dan juga bangga karena bisa menjadi bagian dari sejarah baru untuk Timnas Indonesia,” tutup Raden Muhammad Sabilillahi.
