Fokus Lagi ke BRI Super League, Persita Panggil Pulang Cristian Carrasco

Jeda internasional telah berakhir. Tim-tim kembali bersiap melanjutkan perjuangan mereka di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Tak terkecuali Persita Tangerang.

Berdasarkan jadwal, Persita Tangerang akan menjamu tim promosi Garudayaksa FC di Banten International Stadium (BIS), Serang, pada Sabtu (10/10/2026) sore pukul 15.30 WIB.

Persita saat ini tidak terkalahkan dalam tiga laga terakhir dengan catatan dua hasil seri dan satu kemenangan. Dengan mengantongi lima poin, tim berjuluk Pendekar Cisadane ini bercokol di posisi ke-10 klasemen sementara.

Jika mampu mengalahkan Garudayaksa FC, posisi tim kebanggaan warga Tangerang ini dipastikan akan merangkak naik. Tim pelatih yang dikepalai Carlos Pena terus menggenjot fisik, stamina, serta kohesi antarlini melalui latihan internal di Indomilk Arena Stadium.

Untuk menambah semangat bertanding Hokky Caraka dan kawan-kawan, manajemen mendatangkan salah satu legenda sepanjang masa Persita, yakni Cristian Carrasco.

Siapa yang tidak mengenal Cristian Carrasco? Living legend yang kini berusia 48 tahun ini merupakan sosok beken di Liga Indonesia pada masanya. Aksinya di lapangan selalu dinanti oleh para penggemar.

Penyerang berpaspor Chili yang terkenal melalui selebrasi topeng Spiderman ini pernah memperkuat sederet tim papan atas Indonesia, seperti PSMS Medan, Persebaya Surabaya, Persipura Jayapura, PSM Makassar, dan tentu saja Persita Tangerang.

Cristian Carrasco mengenakan kostum Persita cukup lama, yakni dari tahun 2009 hingga 2013. Bersama Persita, ia berhasil membawa Pendekar Cisadane finis sebagai tim Divisi Utama Liga Indonesia musim 2011/2012.

Meski sudah menggantung sepatu, Cristian Carrasco tidak pernah melupakan Persita. Banyak kenangan indah yang membuatnya ingin kembali ke Tangerang. Terlebih lagi, ia masih menjalin komunikasi dengan manajemen Persita, termasuk dengan salah satu petinggi klub, Ahmed Rully Zulfikar.

“Tangerang bisa dibilang dekat dengan ibu kota. Pas aku pindah ke Persita Tangerang, ya memang aman, karena aku sudah janji dengan Ahmed Rully Zulfikar,” kata Cristian Carrasco.

Menurut Cristian Carrasco, setelah purna bakti di Persita, ia bernazar menjadikan tim Pendekar Cisadane sebagai klub terakhirnya di Indonesia, dan ia telah menuntaskan janji tersebut.

Setelah bermain di bawah panji Persita, Cristian Carrasco memilih terbang ke Timor Leste untuk bermain bagi klub Assalam. “Waktu saya masuk di sini, saya janji ini klub terakhir di Indonesia. Saya janji ke dia, saya akan pensiun di sini,” ujar Cristian Carrasco.

Lebih lanjut, Cristian Carrasco mengatakan bahwa saat ini tim-tim di Indonesia, termasuk Persita, menjadi tim yang menjanjikan masa depan bagi banyak pemain.

“Namun, menurut saya, di sini di Indonesia, di Tangerang lagi, banyak pemain yang bisa bilang masa depan bagus buat mereka. Hanya saja harus konsisten, harus profesional, dan harus dibantu keluarga,” kata Cristian Carrasco.

Dari sekian banyak momen indah yang pernah hadir di Persita, ada satu momen yang tidak akan terlupakan oleh Cristian Carrasco.

“Ya, waktu kita naik ke Divisi Utama. Pada tahun itu juga saya menjadi pemain terbaik. Menurut saya, itu momen yang paling bagus. Paling baik buat saya,” kata Cristian Carrasco.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *