PSIM Punya Keuntungan di League Cup 2026/2027, Jean-Paul van Gastel Bisa Atur Skuad Lebih Leluasa

Laskar Mataram mendapat keuntungan dari jadwal pertandingan fase grup. Mereka tidak perlu menempuh perjalanan jauh saat melakoni laga tandang kontra Persiku Kudus.

Berdasarkan hasil drawing yang digelar I.League pada Rabu (7/10/2026) sore WIB, PSIM tergabung di Grup E. Mereka akan bersaing dengan wakil Championship, Persikad Depok, serta Persiku Kudus.

PSIM dijadwalkan menjamu Persikad Depok dan bertandang ke markas Persiku. Namun, Laskar Mataram tidak perlu bermain di luar Yogyakarta karena musim ini Macan Muria berhomebase di Stadion Sultan Agung, Bantul.

Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, menilai situasi tersebut menjadi keuntungan tersendiri bagi timnya. Apalagi, gelaran League Cup berjalan beriringan dengan BRI Super League 2026/2027.

“Saya rasa itu memang sebuah keuntungan karena kami tidak perlu melakukan perjalanan, tetapi pada akhirnya ini hanya tentang pertandingan,” ujar Van Gastel pada Sabtu (10/10/2026).

“Di mana pun bermain pada dasarnya tidak masalah, tetapi dengan jadwal yang padat pada minggu-minggu tersebut, saya pikir ini keuntungan bagi kami karena tidak perlu melakukan perjalanan,” lanjutnya.

Kiper PSIM, Cahya Supriadi, juga melihat keuntungan dari lokasi pertandingan yang relatif dekat. Menurutnya, tim bisa lebih fokus mempersiapkan diri tanpa harus mengalokasikan banyak waktu untuk perjalanan.

Kondisi ini diharapkan membantu PSIM menjaga kebugaran pemain di tengah padatnya jadwal kompetisi. Tim pelatih memiliki pekerjaan rumah untuk mengatur komposisi skuad agar tetap kompetitif di dua ajang berbeda.

“Ya, mungkin bisa disebut punya keuntungan karena kami bermain di daerah Yogyakarta saja,” kata penjaga gawang berusia 23 tahun tersebut.

“Jadi, kami tidak terlalu memikirkan perjalanan jauh atau perlu istirahat panjang. Mungkin kami bisa memaksimalkan League Cup ini dengan baik,” sambung Cahya.

League Cup 2026/2027 merupakan turnamen baru yang mempertemukan klub-klub dari kasta tertinggi dan kedua Liga Indonesia. Ajang ini juga memiliki regulasi pemain asing yang berbeda dari BRI Super League.

Setiap peserta hanya diperbolehkan mendaftarkan maksimal tiga legiun asing. Ketentuan tersebut berpotensi membuka kesempatan lebih besar bagi pemain lokal PSIM untuk mendapatkan menit bermain.

Bagi pemain yang selama ini belum banyak tampil di kompetisi reguler, League Cup bisa menjadi panggung untuk membuktikan kemampuan. Turnamen lintas divisi edisi perdana ini dipastikan akan berjalan sengit dan menarik.

Namun, Laskar Mataram tetap harus cermat dalam melakukan rotasi agar dapat bersaing sekaligus menjaga kondisi pemain sepanjang musim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *