Bhayangkara Presisi Lampung FC membawa pulang satu poin setelah bermain imbang 2-2 pada pekan keempat di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (10/10/2026). Hasil tersebut menyisakan kekecewaan bagi The Guardian yang sempat unggul dua gol lebih dulu.
Pelatih Bhayangkara FC, Oscar Bruzon, mengakui ada sisi positif dan negatif dari hasil tersebut. Dari sisi positif, timnya mampu menjaga catatan belum terkalahkan hingga pekan keempat.
Menurut pelatih asal Spanyol itu, Bhayangkara FC juga tampil dominan meski menghadapi tekanan dari Arema FC. “Kami melanjutkan empat pekan tanpa kekalahan. Kami juga mendominasi permainan yang berat melawan Arema,” kata Bruzon.
Meski demikian, Bruzon belum puas dengan hasil akhir pertandingan. Bhayangkara FC sebenarnya mampu tampil agresif dan mencetak dua gol lebih dahulu melalui Matias Ocampo pada menit ke-16 serta Milan Ristovski pada menit ke-32.
Sayangnya, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan hingga pertandingan berakhir. Arema FC bangkit pada babak kedua dan mencetak dua gol melalui Marcos Vinicius serta Samuel Otusanya untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
“Kami tidak puas dengan hasil ini. Kami lebih aktif menyerang dan bermain terbuka. Namun, Arema bisa menyamakan kedudukan melalui beberapa peluang yang mereka dapatkan,” ujar pelatih berusia 49 tahun tersebut.
Statistik pertandingan turut menggambarkan besarnya ancaman yang diberikan Bhayangkara FC. Kiper Arema FC, Adi Satryo, harus melakukan lima penyelamatan, sementara penjaga gawang The Guardian, Awan Setho, mencatatkan dua penyelamatan.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa Adi Satryo bekerja lebih keras untuk mengamankan gawangnya. Moussa Sidibe dan Allano Lima juga menjadi motor serangan Bhayangkara FC yang cukup merepotkan lini pertahanan Singo Edan.
Pergerakan keduanya membuat barisan belakang Arema FC kewalahan. Padahal, pelatih Arema, Marcos Santos, sebelumnya telah menegaskan keinginannya untuk membatasi ruang gerak kedua pemain tersebut.
Kekecewaan juga dirasakan oleh kiper Bhayangkara FC, Awan Setho. Ia menyesali kegagalan timnya mempertahankan keunggulan dua gol, terutama setelah Samuel Otusanya mencetak gol penyeimbang melalui situasi bola mati.
Awan mengungkapkan bahwa skema set piece Arema FC sebenarnya sudah menjadi perhatian dalam sesi latihan. Persiapan khusus telah dilakukan agar timnya mampu mengantisipasi ancaman tersebut, tetapi upaya itu belum membuahkan hasil maksimal di lapangan.
“Hasil yang mengecewakan bagi kami. Kami sudah unggul dua gol, tetapi harus berakhir imbang. Rasanya seperti kalah. Arema lebih efektif pada babak kedua. Kami sudah berlatih set piece untuk menghadapi Arema, tetapi tetap gagal menahannya pada babak kedua,” kata Awan.
