Mengulas Nasib PSIM di Awal BRI Super League: Musim Lalu Langsung Tancap Gas, Kini Terjebak di Zona Degradasi

PSIM mengalami awal musim yang kontras dibandingkan musim lalu. Pada musim 2025/2026, PSIM mampu langsung bersaing meski berstatus tim promosi, namun kali ini Laskar Mataram kesulitan menemukan konsistensi dan terjebak di zona degradasi.

PSIM gagal meraih kemenangan dalam empat pertandingan awal musim ini. Mereka baru mengoleksi satu poin dari hasil satu kali imbang dan tiga kali kekalahan, sehingga terpuruk di posisi ke-16 klasemen sementara BRI Super League.

Kekalahan 0-4 dari Persija Jakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, akhir pekan lalu semakin memperpanjang periode sulit yang dilewati PSIM. Situasi ini berbanding terbalik dengan pencapaian mereka pada awal musim lalu.

Saat menjalani musim pertamanya setelah promosi, PSIM berhasil melewati empat partai pembuka tanpa kekalahan. Mereka membukukan dua kemenangan dan dua hasil imbang untuk mengoleksi delapan poin.

Gelandang PSIM, Ze Valente, mengingatkan bahwa perjalanan musim ini tidaklah mudah jika dibandingkan dengan musim lalu. Menurutnya, setiap musim memiliki dinamika dan tantangan tersendiri.

“Saya pikir setiap musim itu berbeda. Jadi, saya tidak suka memikirkan musim lalu. Musim lalu sudah selesai. Saya tahu orang-orang suka membandingkan,” ujar Ze.

Pemain asal Portugal itu juga mengajak semua pihak untuk melihat kembali jalannya pertandingan PSIM pada awal musim lalu. Ia menilai hasil yang diraih kala itu tidak selalu mencerminkan dominasi permainan Laskar Mataram.

“Namun, terkadang mereka lupa jika menganalisis pertandingan awal musim lalu, kami hampir mencetak gol pada menit-menit akhir melawan Persebaya. Kami imbang melawan Arema lewat gol bunuh diri, itu bisa saja terjadi,” katanya.

“Kemudian melawan Persib di kandang imbang dan mereka gagal mengeksekusi dua penalti. Jadi dalam kondisi normal, mungkin di laga-laga awal musim lalu kami juga hanya mendapatkan satu atau nol poin.”

“Musim ini meraih satu poin melawan Persita dan Persebaya situasinya berbeda, levelnya juga berbeda. Melawan Madura United, saya akui kami bisa bermain lebih baik, kami bertarung dan sebenarnya bisa menang. Lalu melawan Persija juga laga yang sangat sulit,” lanjutnya.

Di tengah hasil yang mengecewakan, mantan pemain PSS Sleman dan Persebaya Surabaya itu menyebut Laskar Mataram perlu meningkatkan aspek mental dan menunjukkan kualitas permainan yang lebih baik.

“Jadi saya pikir ini lebih ke masalah mental yang harus kami tingkatkan sebagai pemain. Kami harus menunjukkan kemampuan diri dan mencoba bermain. Di klub ini kami tidak merasakan tekanan apa pun,” ucapnya.

Ze mengatakan para pemain memahami target yang diperjuangkan musim ini. Setelah menjalani kompetisi dengan cukup baik sebagai debutan, PSIM kini harus berjuang lagi untuk menjaga tempat di kasta tertinggi.

“Kami realistis. Di internal, kami tahu sedang berjuang agar tidak terdegradasi dan target kami sangat jelas. Namun, kami tahu jangan berharap musim ini akan sama seperti musim lalu. Musim lalu sudah berbeda, sudah selesai, dan sekarang memulai dari awal lagi,” jelas Ze.

Pernyataan itu terasa relevan setelah PSIM takluk dari Persija. Laskar Mataram sebenarnya mampu memberikan perlawanan, tetapi perbedaan kualitas kedua tim menjadi tantangan tersendiri.

“Kami memberikan segalanya yang kami bisa sampai gol pertama terjadi, tidak pernah mudah bertanding melawan Persija. Mereka tim besar di Indonesia dengan target, anggaran, dan level pemain yang berbeda,” tutur Ze.

“Kami berusaha sebaik mungkin dan cukup kewalahan pada menit-menit akhir. Namun, saya tetap senang dengan semangat tim dan cara kami menghadapi Persija. Hanya saja, kualitas yang mereka miliki terkadang membuat kami tidak bisa melakukan apa-apa,” imbuhnya.

Satu hal yang pasti, PSIM harus segera berbenah agar tidak semakin tertinggal dalam persaingan. Ze memastikan timnya mengetahui hal-hal yang perlu diperbaiki dan terus bekerja keras demi mendapatkan poin.

“Kami tahu ada pertandingan yang harus kami usahakan untuk dimenangkan dan ada laga yang kami tahu sangat sulit untuk meraih poin. Sekarang kami harus bersiap untuk pertandingan berikutnya dan saya sangat yakin kami akan mulai meraih poin sesegera mungkin,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *