Caretaker Persijap Ungkap Kondisi Tim setelah Kepergian Mario Lemos, Berusaha Jaga Kekompakan Tim

Pelatih sementara, Antonio Claudio, mengungkapkan kondisi timnya setelah ditinggalkan menjelang laga menghadapi Isenmulang FC pada pekan kelima. Antonio Claudio berusaha keras menjaga kekompakan Persijap menjelang pertandingan di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), Jepara, Jumat (16-10-2026) pukul 19.00 WIB.

Menurutnya, penting bagi Laskar Kalinyamat untuk bersatu agar bisa melewati situasi sulit ini dengan kuat. Pelatih kelahiran Brasil tersebut memastikan timnya akan berusaha memberikan yang terbaik saat menjamu Isenmulang FC.

“Kami ditugaskan di sini dengan dukungan dari seluruh manajemen dan seluruh pemain. Kami akan tetap pada satu tujuan, yakni bagaimana tim ini tetap kompak, tetap berjalan ke depan, dan kami akan mencoba memberikan yang maksimal,” ujarnya.

Selain itu, pelatih berusia 53 tahun ini memastikan pemainnya sudah siap tempur untuk menantang Laskar Tambun Bungai. Tidak ada pemain yang mengalami cedera.

Laskar Kalinyamat akan berusaha mengincar hasil maksimal. “Tidak ada [cedera], semua pemain dalam kondisi siap dan siap memberikan yang terbaik. Semua pemain tahu pentingnya laga ini, apalagi kami tahu apa yang sangat kami butuhkan, yakni hasil maksimal,” kata Antonio Claudio.

“Kami akan berusaha kembali dan bermain tangguh saat bertanding di kandang. Kami pernah melakukannya pada putaran kedua musim lalu dan kami akan menerapkannya lagi; mencoba menjadi tim yang tangguh dan menjadi ‘neraka’ bagi tim tamu,” imbuhnya.

Antonio juga menegaskan bahwa Persijap akan berusaha menurunkan komposisi terbaiknya. Ia akan memilih pemain yang sudah siap secara fisik maupun mental agar bisa mendapatkan target yang diinginkan, yakni tiga poin.

“Untuk komposisi menghadapi laga ini, kami akan menurunkan pemain yang paling siap. Memang kekalahan kemarin menjadi pelajaran bagi kami semua, dan yang paling penting di mata tim pelatih adalah pemain harus siap untuk laga ini,” ungkapnya.

“Kami akan menurunkan pemain terbaik. Evaluasi pasti ada, dan yang paling penting adalah bagaimana kami menghindari kesalahan individu, karena kesalahan seminimal mungkin akan lebih baik bagi tim,” lanjutnya.

Setelah menjalani persiapan yang kurang matang, Persijap akhirnya harus merasakan dampaknya di awal musim. Laskar Kalinyamat harus bersusah payah menghadapi lawan-lawannya dan telah mengalami empat kekalahan.

Di awal musim, tim asuhan Sendri Johansyah dkk. ini dikalahkan oleh Madura United (0-2) dan Borneo FC (0-1). Setelah itu, mereka kembali menelan hasil minor setelah dilumat Persib Bandung (1-2) dan Bali United (1-6).

Dengan hasil ini, Persijap menjadi salah satu tim dengan jumlah kebobolan tertinggi di BRI Super League. Status yang sama juga dimiliki oleh Isenmulang FC; keduanya sama-sama telah kemasukan 11 gol dari empat laga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *