Piala Asia dikabarkan terancam diundur hingga 2028. Rencana ini didasarkan pada situasi di Arab Saudi yang dinilai membahayakan keamanan dan keselamatan para peserta. AFC akan terus memantau perkembangan situasi di Arab Saudi hingga November 2026.
Dalam beberapa hari terakhir, eskalasi pertempuran antara Arab Saudi melawan pemberontak Houthi Yaman relatif meningkat. Pengeboman Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, akhir pekan lalu menelan sedikitnya 13 korban jiwa. Lebih dari 300 orang lainnya juga mengalami luka-luka akibat serangan kelompok Houthi tersebut.
Menurut Dali Tahir, tokoh senior sepak bola Indonesia, terdapat dua kemungkinan terkait pelaksanaan Piala Asia 2027 yang direncanakan berlangsung pada 7 Januari–5 Februari 2027. “Yang pertama, memundurkan jadwal turnamen ke tahun 2028. Kedua, Piala Asia tetap digelar tahun depan dengan opsi memindahkan venue dari Arab Saudi ke negara Asia lain yang dipilih atau menawarkan diri ke pihak AFC,” kata Dali Tahir.
Kedua alternatif tersebut memiliki konsekuensi masing-masing. “Jika Piala Asia mundur, konsekuensinya jadwal negara peserta akan cukup padat. Karena tahun 2028, Zona AFC akan mulai Kualifikasi Piala Dunia 2030,” jelasnya.
AFC telah menyusun program Kualifikasi Piala Dunia 2030 Zona Asia. Putaran pertama akan dimulai pada 22–30 Maret 2027, sementara putaran kedua digelar pada 20 September 2027 hingga 28 Maret 2028. Timnas Indonesia dijadwalkan akan langsung berlaga pada putaran kedua.
Berikutnya, jadwal putaran ketiga ditetapkan pada Mei atau Juni 2028 hingga Juni 2029. “Nah, jika Piala Asia digelar tahun 2028, itu jadi masa sibuk bagi anggota AFC. Negara-negara Asia pasti memilih berjuang lolos ke Piala Dunia 2030 daripada di Piala Asia,” ucapnya.
Jika AFC mengacu pada kalender FIFA, mantan anggota Exco AFC dan FIFA ini menyebut masih ada solusi penyelenggaraan Piala Asia 2028 yang dibarengkan dengan Piala Eropa pada periode 9 Juni–9 Juli 2028. “Bila Piala Asia tetap digelar di Arab Saudi pada 2028, sekalian digelar bersamaan dengan Piala Eropa 2028. Jadi jadwal putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2030 Zona Asia harus dimajukan. Dari putaran ketiga nanti sudah ketahuan negara Asia mana yang lolos ke Piala Dunia 2030,” paparnya.
Solusi ini akan sangat menguntungkan bagi 24 negara peserta Piala Asia. Timnas masing-masing negara dapat diperkuat oleh pemain terbaik yang berkarier di Liga Eropa.
“Jika bareng Piala Eropa 2028, maka mutu Piala Asia 2028 tetap bagus, karena semua pemain terbaik bisa ambil bagian. Selain itu, bagi negara yang lolos ke Piala Dunia 2030, Piala Asia 2028 bisa sebagai sarana pemanasan tim,” tuturnya.
