BRI Super League: Persaingan Pemain Muda di Persik Bikin Spirit Dzaky Asraf Makin Terpacu

Persik memiliki sepuluh pemain muda baru pada musim 2026/2027. Salah satunya adalah legiuner asing, Eduardo Barbosa, yang baru berusia 23 tahun. Hal ini membuat persaingan di seluruh lini untuk menembus starting XI menjadi semakin ketat.

Hingga pekan keempat, terdapat tiga sosok muda yang tampil reguler, yaitu Daffa Salman, Althaf Indie, dan Zanadin Fariz. Meski berstatus pemain lokal, Daffa Salman rutin merumput di posisi bek tengah secara bergantian dengan bek asing, Marcelo Djalo dan Park Jun-heong. Sementara itu, Althaf Indie dan Zanadin Fariz menjadi pilihan utama bagi pelatih Marcos Reina di posisi gelandang.

Satu nama figur muda lainnya yang juga siap bersaing adalah Muhammad Dzaky Asraf. Mantan winger kanan PSM ini baru sekali tampil pada laga Persik kontra Madura United pekan lalu. Sebelumnya, Dzaky sempat dua kali duduk di bangku cadangan dalam dua pertandingan awal musim melawan Dewa United dan Garudayaksa FC.

Namanya sempat menghilang pada laga tandang Persik melawan Arema FC karena mengalami cedera hamstring. Namun, kini eks anggota Timnas Indonesia U-20 dan U-23 ini telah kembali beraksi. Untuk posisi sayap kanan, Dzaky Asraf harus bersaing dengan deretan pemain seperti Ernesto Gomez, Fransiskus Alesandro, Althaf Indie, hingga Eduardo Barbosa yang sering beroperasi di sisi kanan sesuai situasi permainan.

Dzaky Asraf berpendapat bahwa persaingan antar-pemain muda di skuad Macan Putih merupakan hal yang positif. “Ini atmosfer yang bagus untuk tim. Karena tiap pemain akan berlatih keras untuk membantu tim. Misi Persik merekrut pemain muda juga menjadi kesempatan kami untuk terus berkembang,” katanya, Jumat (16/10/2026).

Bagi pemain kelahiran Polewali, Mandar, Sulawesi Selatan itu, persaingan seperti ini bukan hal baru karena ia sudah terbiasa dengan suasana tersebut selama di PSM. “Salah satu alasan saya bergabung dengan Persik adalah karena visi dan misi itu. Saya melihat talenta pemain muda di tim ini sangat bagus. Kami akan berkembang bersama menjadi pemain yang matang,” ucapnya.

Dzaky Asraf juga bersyukur karena sebagai pemain muda, ia dapat belajar dari Ernesto Gomez, sayap energik asal Spanyol. “Saya sebagai pemain muda harus bekerja keras dan banyak belajar dari pemain yang lebih berpengalaman, seperti Ernesto Gomez. Kami selalu berdiskusi untuk berkembang bersama secara individu dan tim,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *