Bek andalan Timnas Indonesia, Kevin Diks, rupanya terkesan melihat kemampuan dan bakat Arif Aiman. Bintang Timnas Malaysia itu tampil impresif pada FIFA ASEAN Cup 2026 yang berakhir pada 5 Oktober 2026.
Timnas Indonesia keluar sebagai juara setelah menumbangkan Thailand di partai final. Sementara itu, Malaysia nyaris menjadi batu sandungan bagi Indonesia dan harus puas menempati peringkat ketiga setelah menang 1-0 atas Vietnam dalam perebutan posisi ketiga.
Menurut Kevin Diks, Arif Aiman menjadi salah satu pemain yang paling sulit dihentikan selama persaingan FIFA ASEAN Cup 2026. Pemain asal klub Johor Darul Ta’zim (JDT) tersebut menjadi tumpuan permainan Malaysia yang tak tergantikan sebagai penyerang sayap kanan.
Di turnamen tersebut, ia berhasil mengemas dua gol dan dua assist. Penampilannya paling memukau saat ia merepotkan pasukan John Herdman pada laga kedua Grup A.
Pada laga tersebut, Timnas Indonesia bermain imbang 0-0 melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026) malam WIB. Arif Aiman seolah menjadi momok bagi pertahanan Indonesia.
Bahkan, Indonesia harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-37 setelah Thom Haye diusir wasit. Saat itu, gerakan gesit Arif Aiman yang mencoba menusuk melalui tengah memaksa Thom Haye melancarkan tekel berbahaya dari belakang yang membuat Arif Aiman langsung terkapar.
Wasit Ko Hyung-Jin asal Korea Selatan sempat mengeluarkan kartu kuning, namun ia harus meninjau kembali melalui teknologi VAR karena adanya potensi kartu merah bagi Thom Haye. Akhirnya, Ko Hyung-Jin membatalkan kartu kuning dan menggantinya dengan kartu merah langsung untuk gelandang Persib Bandung tersebut.
Melansir pemberitaan media Malaysia, Kevin Diks mengungkapkan bahwa Arif Aiman adalah salah satu lawan tersulit yang ia hadapi selama pergelaran turnamen di kawasan ASEAN baru-baru ini. Diks mengaku sangat terkesan dengan kemampuan pemain sayap kanan itu setelah keduanya berduel langsung di lapangan.
Menurut Diks, pergerakan Arif Aiman di sisi lapangan memaksanya untuk tetap ekstra waspada guna meredam ancaman dari pemain berusia 24 tahun tersebut. “Pada babak kedua, saat dia sedikit bergeser ke sisi saya, saya sudah tahu apa yang mampu dia lakukan. Jadi, saya memastikan untuk terus menempel ketat agar dia tidak bisa menerima bola,” ungkap Kevin Diks.
Diks juga menceritakan momen menarik saat Arif Aiman tertawa ke arahnya di tengah duel di lapangan. “Dia sempat tertawa ke arah saya, karena dia tahu itu adalah langkah yang cerdik,” jelasnya.
Mantan pemain FC Copenhagen ini menegaskan bahwa Arif Aiman adalah talenta berkualitas tinggi. Diks menilai Arif Aiman memiliki kemampuan untuk bersaing di kancah sepak bola Eropa.
Diks, yang pernah bermain untuk Fiorentina, FC Copenhagen, hingga kini di Borussia Monchengladbach, yakin bahwa kualitas Arif Aiman mampu bersaing di Eropa. “Dia benar-benar pemain yang sangat bagus. Kalau tidak salah, dia bermain untuk JDT. Menurut saya, dia adalah pemain luar biasa yang punya potensi untuk sukses di Eropa,” jelas pemain berusia 30 tahun tersebut.
Meski demikian, berdasarkan pengamatannya mengenai preferensi pemain sayap yang lincah tersebut, Kevin Diks menduga bahwa Arif Aiman mungkin akan memilih untuk tetap berkarier di Malaysia. “Namun, sepengetahuan saya, dia mungkin akan tetap di Malaysia karena dia menikmati bermain di sana,” tandas Diks. : Makan Bola
