Setelah gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia bertekad untuk bangkit dan mencoba lagi pada kesempatan berikutnya. Lolos ke Piala Dunia 2030 kini menjadi target baru bagi Tim Garuda.
Sejak menunjuk pelatih John Herdman sembilan bulan yang lalu, kematangan Timnas Indonesia semakin bertambah. Mereka baru saja meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 dengan skuad yang mayoritas masih merupakan warisan era Shin Tae-yong maupun Patrick Kluivert.
Kehadiran pemain diaspora juga semakin bertambah, seperti kehadiran Luke Vickery dan Mitchell Baker. PSSI dan John Herdman memiliki kesempatan untuk menambah kekuatan melalui pemain diaspora yang dapat dinaturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Masih terdapat deretan opsi pemain keturunan potensial di Eropa untuk memperdalam kedalaman skuad Garuda dalam menatap kualifikasi menuju Piala Dunia 2030. Namun, peluang membela tim Merah Putih tetap bergantung pada kelayakan administrasi kewarganegaraan, proses naturalisasi, serta kesiapan sang pemain.
Berikut ini lima pemain keturunan yang bisa menambah kekuatan Timnas Indonesia di masa mendatang:
Nama pertama dalam daftar ini adalah bek tangguh Pascal Struijk yang kini bermain di kompetisi elite Premier League bersama Brighton. Sebagai informasi, Pascal Struijk mendapatkan darah keturunan Indonesia dari keluarga ibunya, di mana kakek dan nenek dari pihak ibu berasal dari Indonesia.
Keluarga tersebut kemudian hijrah ke Eropa pada masa kolonial Belanda di Indonesia. Sementara itu, Pascal Struijk tercatat lahir di Deurne, Belgia. Dengan kata lain, bek berusia 26 tahun ini sebetulnya berstatus eligible untuk memperkuat tiga negara, yaitu Belanda, Belgia, maupun Indonesia.
Apalagi, hingga saat ini, Pascal sama sekali belum pernah bermain untuk tim nasional level senior negara mana pun. Ia tercatat pernah memperkuat Timnas Belanda U-17 pada medio 2016 dengan tiga penampilan.
Sektor pertahanan bakal kian kokoh jika PSSI berhasil menggaet Pascal Struijk. Ia memiliki pengalaman berharga di kasta tertinggi sepak bola Inggris yang akan sangat berguna jika diterapkan dalam skema tiga bek tengah Garuda.
Lini depan Timnas Indonesia juga bisa semakin tajam dengan kehadiran Dean Zandbergen. Penyerang berpostur 188 sentimeter itu tampil tajam bersama VVV Venlo musim lalu dengan membukukan 15 gol, serta mencetak empat gol dari empat laga awal musim sebelum diboyong ke klub Rumania, Dinamo Bucuresti.
Bersama Dinamo Bucuresti pada musim 2026/2027, ia mencatatkan satu gol dari empat penampilan. Beberapa waktu lalu, ia kembali menyatakan niatnya untuk membela Timnas Indonesia.
Pemain berusia 25 tahun itu memiliki kakek yang berasal dari Indonesia, sehingga berpotensi memperkuat Skuad Garuda melalui jalur keturunan. Zandbergen, yang berkewarganegaraan Belanda, mengaku akan bangga jika suatu saat bisa mengenakan jersey Timnas Indonesia. Namun, ia belum berani memastikan apakah proses untuk mendapatkan kewarganegaraan Indonesia akan benar-benar berhasil.
Berikutnya ada sosok Julian Oerip, pemain muda yang sedang menimba ilmu di klub Belanda, AZ Alkmaar U-21. Julian memiliki garis keturunan Indonesia dari ayah dan kakeknya yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur.
Jika nantinya memiliki paspor Indonesia dan memperkuat skuad Garuda, Julian akan memiliki peran penting di lini tengah karena ia dikenal sebagai gelandang kreatif. Pemain berusia 19 tahun ini sempat membela Timnas Belanda kelompok usia.
Ia juga tampil impresif di Liga 2 Belanda musim 2026/2027 bersama AZ Alkmaar U-21 dengan catatan tiga gol dari 10 pertandingan.
Kemudian ada sosok Daijiro Chirino. Pemain berusia 24 tahun yang memiliki garis keturunan Maluku ini punya potensi besar untuk memperketat persaingan di posisi bek kanan yang saat ini dihuni oleh Kevin Diks.
Pemain yang memperkuat Almeria di kasta kedua Liga Spanyol musim 2026/2027 ini tampil cukup menonjol dengan mengemas satu gol dari delapan laga bersama Almeria.
Pemain muda Demiane Agustien yang memperkuat klub raksasa Inggris, Arsenal, semakin kuat untuk membela Tim Garuda. Demiane Agustien yang berusia 19 tahun dan berkewarganegaraan Belanda ini sudah bermain dalam tiga pertandingan Premier League 2 musim ini, sehingga masuk dalam radar pelatih John Herdman untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Agustien lahir di Belanda pada 28 Juli 2007 dan memiliki nenek dari pihak ibu yang merupakan orang Indonesia. Secara prinsip, ia memenuhi syarat untuk mendapatkan kewarganegaraan Indonesia.
Di level tim nasional, ia pernah memperkuat Curacao U-17. Setelah itu, ia memutuskan bermain untuk Timnas Belanda U-18 dan U-19, termasuk tampil dalam kualifikasi Euro U-19 2026.
Banyak yang menyebut Agustien memiliki kualitas dan gaya bermain seperti bintang muda Jerman, Jamal Musiala. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi Timnas Indonesia.
