Ketua Umum mengajak masyarakat untuk membuktikan dukungan terhadap sepak bola wanita Indonesia dengan hadir langsung di stadion. Menurutnya, dukungan terhadap kompetisi tidak cukup hanya disampaikan melalui tuntutan agar liga putri diselenggarakan, tetapi juga perlu diwujudkan dengan kehadiran penonton.
Erick menyampaikan hal tersebut setelah pembukaan Women’s League Indonesia di Stadion Madya, Jakarta, Minggu (18/10/2026). Ia meminta masyarakat yang selama ini mempertanyakan keberadaan kompetisi sepak bola wanita untuk turut meramaikan pertandingan.
“Ayo yang selama ini teriak-teriak, mana liganya, ayo datang nonton dong sekarang,” ujar Erick.
Ia juga mengajak suporter untuk mendukung klub peserta serta para pemain tim nasional yang kini tersebar di berbagai klub. Menurutnya, kehadiran penonton menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata masyarakat terhadap perkembangan sepak bola wanita Indonesia.
“Buktikan kontribusinya bukan dari hanya bicara. Tetapi kehadiran yang kita tunggu, dukung timnya, dukung para pemain tim nasional yang tersebar di berbagai klub yang sedang bermain,” kata Erick.
Selain mengajak masyarakat memberikan dukungan, Erick menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan Women’s League Indonesia. Ia menyebut PSSI, operator liga, dan klub peserta memiliki komitmen untuk menjalankan kompetisi selama lima tahun sebelum melakukan evaluasi.
“Yang pasti semua klub, Liga, PSSI komitmen untuk 5 tahun, habis itu kita review,” ujar Erick.
Menurut Erick, keberlangsungan kompetisi perlu dibangun secara bertahap dengan memastikan klub mampu menjalankan operasionalnya dengan baik. Ia mengingatkan agar penyelenggaraan liga tidak terganggu oleh persoalan finansial maupun masalah internal yang dapat membuat klub berhenti berkompetisi di tengah musim.
Karena itu, pengembangan liga perlu dilakukan dengan memperhatikan kesiapan klub dan fondasi kompetisi. Erick menilai langkah tersebut penting agar Women’s League Indonesia dapat berjalan secara konsisten, bukan sekadar terselenggara pada awal pembentukannya.
Erick berharap dukungan masyarakat terhadap Women’s League Indonesia tidak berhenti pada tuntutan agar kompetisi sepak bola wanita tersedia. Ia mengajak publik hadir langsung di stadion untuk menyaksikan pertandingan serta memberikan dukungan kepada klub dan para pemain yang berlaga.
Di sisi lain, komitmen PSSI, operator liga, dan klub untuk menjalankan kompetisi selama lima tahun menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan liga. Erick berharap dukungan publik dan kesiapan penyelenggara dapat berjalan beriringan agar Women’s League Indonesia terus berkembang.
