MilkLife Soccer Challenge Bekasi dan Kudus Seri 1 2026/2027: Kuantitas Peserta Meningkat Selaras Kualitas

Antusiasme luar biasa terlihat dari membludaknya peserta MLSC Bekasi dan Kudus Seri 1 2026/2027. Tidak hanya meningkat secara kuantitas, kualitas peserta pun semakin baik.

MLSC Bekasi Seri 1 2026/2027 diikuti oleh 1.261 atlet dari 80 sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI). Sebanyak 30 tim berkompetisi di kategori KU10 dan 86 tim bersaing di KU12. Turnamen ini digelar di Bekasi International Soccer Field dan Lapangan Yonif 202 Tajimalela.

Sementara itu, MLSC Kudus Seri 1 2026/2027 diikuti oleh 1.672 atlet dari 100 SD dan MI. Persaingannya melibatkan 80 tim di KU10 dan 80 tim di KU12. Pertandingan di Kudus digelar di Supersoccer Arena dan Lapangan Rendeng.

Besarnya partisipasi tersebut mencerminkan semakin terbukanya ruang bagi pesepakbola putri untuk mengenal, menekuni, dan mengembangkan potensi mereka. Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Edi Supriyanto, menilai tingginya partisipasi di Bekasi dan Kudus menunjukkan antusiasme yang terus tumbuh terhadap sepak bola putri usia dini.

Menurutnya, keterlibatan banyak atlet dan sekolah menjadi modal penting untuk memperluas kesempatan anak perempuan dalam mengembangkan kemampuan melalui kompetisi yang berkelanjutan. “Antusiasme yang ditunjukkan peserta dan sekolah menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola putri. Kami berharap makin banyak anak perempuan yang tertarik bermain sepak bola dan mendapatkan kesempatan mengasah kemampuan lewat MilkLife Soccer Challenge,” ujar Edi.

Sementara itu, Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, mengapresiasi kerja keras penyelenggara, pelatih, dan para pemain yang terus menunjukkan kemampuan terbaik di setiap serinya. Menurutnya, komitmen penyelenggara untuk menggelar turnamen secara berkelanjutan harus diimbangi dengan persiapan yang lebih matang dari setiap sekolah.

Hal ini dikarenakan masih adanya tim yang hanya berlatih satu kali dalam sepekan, bahkan ada yang baru memulai latihan menjelang turnamen. “Kalau saya lihat, yang masuk delapan besar ke atas semuanya berlatih dua atau tiga kali seminggu. Itu yang saya inginkan, sekolah-sekolah harus lebih serius lagi. Pasti hasilnya berbeda jika hanya satu kali seminggu atau bahkan hanya berlatih sebelum turnamen dimulai,” ujar Timo.

Final MLSC Bekasi dan Kudus Seri 1 2026/2027 yang digelar secara bersamaan pada Minggu (18/10/2026) berlangsung seru. Di Bekasi, SDN Pulogebang 07 menjadi kampiun KU10 dan SDN Cipayung 02 menjadi juara KU12.

Pada regional Kudus, SDN 02 Jambean Pati sukses menjuarai KU10 dan SD Unggulan Muslimat NU menjadi juara KU12. Turnamen ini diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife.

SDN Pulogebang 07 tampil agresif saat menghadapi SDN Cilangkap 01 Pagi di final KU10 MLSC Bekasi. Kemenangan 3-0 membuat mereka menjadi juara baru MilkLife Soccer Challenge di Bekasi.

Pelatih Kepala SDN Pulogebang 07, Rizky Permadi, mengaku bangga dengan pencapaian timnya yang berhasil meraih gelar juara. Prestasi itu menjadi bukti peningkatan kemampuan para pemain dibandingkan musim sebelumnya.

Rizky mengatakan keberhasilan anak asuhnya melaju hingga partai final dan keluar sebagai juara merupakan hasil positif dari proses latihan di sekolah. “Tantangannya banyak. Anak-anak itu tergantung mood-nya. Kadang senang, kadang sedang kurang baik sehingga permainannya juga kurang maksimal. Kalau mood-nya bagus, mereka bisa bermain seperti ini,” tuturnya.

Sementara itu, final KU12 yang mempertemukan SDN Cipayung 02 dan SDN Cilangkap 01 berlangsung ketat. Kedua tim tampil disiplin, terutama di lini pertahanan.

SDN Cipayung 02 akhirnya memecah kebuntuan lewat tendangan keras jarak jauh Gildas Syauqillah yang merobek gawang SDN Cilangkap 01. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan.

Kemenangan ini mengantarkan SDN Cipayung 02 meraih gelar juara keduanya secara beruntun dalam dua turnamen terakhir, setelah menjuarai MLSC Jakarta Raya Seri 1 2026/2027 pada September lalu. Pelatih SDN Cipayung 02, Kurniawan Heryanto, bersyukur timnya mampu mempertahankan performa positif tersebut.

Menurutnya, keberhasilan itu tidak terlepas dari semangat para pemain yang tetap terjaga setelah mengikuti kompetisi sebelumnya. “Alhamdulillah, masih diberikan rezeki. Setelah dari seri Jakarta berlanjut ke Bekasi, kami kembali meraih hasil juara,” ujarnya.

Gildas Syauqillah kembali menorehkan prestasi individu dengan meraih predikat top scorer KU12 setelah membukukan 21 gol. Namun, MLSC Bekasi Seri 1 musim 2026/2027 menjadi salah satu kompetisi terakhir Gildas di kategori itu karena usianya telah melewati batas kelompok umur yang dipertandingkan.

Ia berharap agar para pemain SDN Cipayung 02 yang lebih muda dapat meneruskan pencapaian tim. “Semoga teman-teman yang usianya di bawah saya prestasinya bisa lebih baik. Karena saya kurang puas dengan hasil ini, saya akan tetap semangat latihan agar bisa menjadi pemain timnas Indonesia di masa mendatang,” ucap Gildas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *