Piala Dunia dan Festival U-15 2026 siap digelar di Baku, Azerbaijan, pada 22 hingga 30 Oktober mendatang. Timnas Indonesia pun akan mengambil bagian dalam ajang yang pertama kali digelar tersebut.
Timnas Indonesia tergabung dalam Grup G Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA 2026. Grup tersebut dihuni oleh enam negara, yaitu Bangladesh, Burundi, Fiji, Indonesia, Portugal, dan Wales.
Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA 2026 merupakan kompetisi baru yang digagas FIFA untuk memberikan kesempatan bagi pemain muda dari berbagai negara merasakan atmosfer pertandingan internasional sejak usia dini.
Dalam turnamen ini, Timnas Indonesia U-15 akan ditangani oleh Furqon Alkatiri, mantan pelatih Persija U-20. Ia mendapat tugas memimpin para pemain muda Merah Putih dalam menghadapi berbagai negara besar di dunia.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyambut baik penyelenggaraan Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA 2026. Erick menyebut ajang tersebut sebagai gambaran langkah besar FIFA untuk meningkatkan kecintaan anak-anak terhadap sepak bola.
“Ini merupakan langkah besar FIFA untuk meningkatkan kecintaan anak-anak terhadap sepak bola sekaligus memperkuat pembinaan talenta muda sejak usia dini,” ujar Erick, sebagaimana dikutip dari unggahannya di Instagram.
“Kesempatan ini menjadi pengalaman berharga bagi talenta muda Indonesia untuk merasakan kompetisi internasional, mengembangkan kemampuan, dan belajar dari berbagai budaya sepak bola,” tandasnya.
Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA 2026 tidak menggunakan format sepak bola konvensional 11 pemain, melainkan menerapkan sistem 8 vs 8. Setiap pertandingan berdurasi dua babak dengan waktu masing-masing 20 menit.
Turnamen ini dibagi menjadi dua fase utama. Fase pertama adalah babak kualifikasi yang menggunakan sistem setengah kompetisi, di mana setiap tim memainkan sekitar 4–5 laga.
Hasil dari fase ini akan memetakan tim ke dalam enam tingkatan. Selanjutnya, pada fase kedua yaitu Fase Turnamen (Tiers), setiap peserta kembali memainkan 4–5 pertandingan tambahan di tingkatan masing-masing hingga tuntas.
Sistem ini bertujuan untuk memastikan seluruh tim mendapatkan jam terbang maksimal tanpa hanya berorientasi pada perebutan satu gelar juara tunggal.
