Fabio Calonego tidak ingin berlama-lama larut dalam kekecewaan setelah hasil kurang memuaskan di markas Persita Tangerang pada pekan kelima musim 2026/27. Gelandang Macan Kemayoran ini menegaskan bahwa timnya akan menjadikan pengalaman tersebut sebagai bekal untuk bangkit dan kembali ke jalur kemenangan.
Bagi Fabio Calonego, pertandingan di Banten International Stadium, Serang, Jumat (16-10-2026), menyisakan dua pengalaman yang bertolak belakang. Ia sempat membawa Persija unggul melalui gol pada menit ke-18, tetapi harus mengakhiri laga dengan kekecewaan setelah takluk 2-3.
Gol tersebut lahir dari kecermatannya membaca situasi di depan gawang. Fabio Calonego mampu memanfaatkan bola yang terlepas setelah upaya sapuan pemain bertahan Persita, lalu melepaskan tendangan kaki kanan yang gagal dibendung penjaga gawang tuan rumah.
Sayangnya, pertandingan berakhir dengan momen yang tidak diinginkan Fabio Calonego. Dalam situasi serangan balik pada penghujung laga, upayanya mengantisipasi pergerakan lawan tidak berjalan sempurna dan berujung pada gol ketiga Persita.
Kendati mengalami situasi sulit, Fabio Calonego memilih untuk tidak menjadikan satu kesalahan sebagai alasan untuk menyerah. Ia meyakini bahwa kemenangan maupun kekalahan tidak seharusnya menjadi tolok ukur tunggal dalam menilai kemampuan seseorang.
Hal terpenting adalah keberanian untuk menghadapi konsekuensi, melakukan evaluasi, dan melangkah kembali. “Saat menang, bukan berarti Anda yang terbaik. Saat kalah, bukan berarti Anda yang terburuk. Saya tidak akan pernah bersembunyi hanya karena sebuah kesalahan atau kekalahan,” kata Fabio.
Ia juga mengingatkan bahwa perjalanan Persija pada musim ini masih panjang. Oleh karena itu, kekecewaan atas hasil di Serang harus segera dialihkan menjadi dorongan untuk memperbaiki kekurangan dan membangun kembali momentum positif.
Kesempatan untuk membuktikan tekad bangkit tersebut hadir saat Persija Jakarta menjamu Arema FC di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (21-10-2026) pukul 19.00 WIB.
Fabio Calonego menegaskan Persija akan terus berjuang hingga kompetisi berakhir untuk mendapatkan prestasi terbaik di akhir musim nanti. “Perjuangan kami tidak berakhir pada hambatan pertama. Perjuangan ini berakhir di pekan ke-34. Kami akan belajar dari kesalahan, tetap tegak, dan kembali dengan lebih kuat,” ucapnya.
