Bali United mengincar kemenangan saat menjamu tim promosi pada pekan keenam Super League 2026/2027. Pertandingan ini akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Rabu (21/10/2026) pukul 15.30 WIB.
Namun, Bali United akan menghadapi tantangan berat jika melihat performa Garudayaksa FC pekan lalu yang sukses mengalahkan Arema FC dengan skor 3-1. Di sisi lain, Bali United justru baru saja menelan kekalahan tipis 3-2 saat menghadapi Java United.
Kondisi ini diperparah oleh masalah kedisiplinan pemain Bali United yang kurang baik. Baru dalam lima pertandingan, tim besutan Johnny Jansen sudah mengoleksi empat kartu merah.
Meskipun demikian, Garudayaksa FC juga tercatat sebagai klub dengan kartu kuning terbanyak dalam lima pertandingan dengan mengumpulkan 14 kartu kuning. Pelatih Bali United, Johnny Jansen, secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya atas banyaknya kartu merah yang diterima anak asuhnya.
Menurut pelatih asal Belanda tersebut, kehilangan pemain akibat hukuman disiplin menjadi kerugian besar bagi Bali United. “Buruk,” tegas Jansen ketika dimintai tanggapan mengenai empat kartu merah yang diterima timnya dalam lima pertandingan.
Ia menilai dua insiden kartu merah yang melibatkan Rahmat Arjuna dan Thomas Lam seharusnya bisa dihindari. Persoalan disiplin ini tidak hanya berdampak pada komposisi pemain, tetapi juga membatasi pilihan strategi saat pertandingan membutuhkan perubahan taktik.
Johnny Jansen menilai keempat pemain yang terkena kartu merah memiliki kualitas penting bagi tim. Absennya mereka membuat Bali United kehilangan sejumlah opsi untuk menjaga keseimbangan permainan.
“Ketika Anda mendapat empat kartu merah dalam lima pertandingan, Anda kehilangan pemain berkualitas,” bebernya. “Arjuna pemain berkualitas, Thomas Lam berkualitas, Tim Receveur berkualitas, Arel juga pemain berkualitas bagi kami,” imbuhnya.
Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut membuat pergantian pemain menjadi lebih sulit, terutama ketika tim membutuhkan tambahan tenaga untuk mengubah jalannya pertandingan. Mantan pelatih SC Heerenveen dan PEC Zwolle tersebut mengaku telah memberikan teguran tegas kepada para pemain di ruang ganti.
Baginya, keputusan wasit memang tidak selalu bisa dikendalikan, tetapi sikap dan pengendalian emosi merupakan tanggung jawab masing-masing pemain. “Saya sudah bicara dengan tim tentang hal ini, saya tidak bisa menerimanya. Terkadang kami tidak bisa mengontrol keputusan wasit, itu tugas wasit. Tetapi sikap adalah masalah kita sendiri, kita harus lebih baik dan saya harap kita belajar dari hal ini,” ujar Jansen.
Di sisi lain, Garudayaksa FC tampak cukup percaya diri setelah menang 3-1 di kandang Arema FC. Hasil tersebut merupakan tiga poin pertama bagi tim besutan Milos Joksic dalam lima pertandingan awal musim.
Kemenangan itu membawa Garudayaksa menempati peringkat ke-13 klasemen sementara dengan koleksi lima poin. Ketajaman Carlos Iury dan Jairo Jean, ditambah kreativitas gelandang serang Christian Frydek, menjadi sejumlah aspek yang perlu diantisipasi oleh Bali United.
Garudayaksa juga memiliki modal positif dari penampilan lini belakang saat menghadapi Arema FC. Bek asal Brasil, Paulo Ricardo, tampil solid dan dinobatkan sebagai Player of the Match dalam pertandingan tersebut.
Paulo mengaku bahagia atas kemenangan timnya. Ia menilai hasil positif tersebut merupakan buah kerja keras seluruh pemain yang telah berjuang sejak awal musim. “Perasaan terbaik dalam sepak bola adalah meraih kemenangan. Saya merasa sangat bahagia, khususnya untuk para pemain. Mereka berada di sini sejak awal, jadi mereka sangat layak mendapatkannya,” ujar Paulo Ricardo.
Bek yang terbiasa membantu membangun serangan dari lini belakang itu juga memuji penerapan taktik Garudayaksa FC. Menurutnya, komunikasi yang terjaga dari penjaga gawang hingga barisan penyerang menjadi salah satu kunci permainan tim.
