Pelatih Milos Joksic mengaku malu dan kecewa terkait kekalahan timnya saat bertandang ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Rabu (21/10/2026) sore. Bermain melawan tuan rumah Bali United dalam lanjutan BRI Super League 2026/2027, Garudayaksa FC dipermak lima gol tanpa balas.
Padahal, pada laga terakhir di kandang, yakni di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Garudayaksa FC tampil perkasa dengan kemenangan 3-1 atas Arema FC. Lima gol Bali United masing-masing dicetak oleh Irfan Jaya pada menit ke-45+2, Remco Balk pada menit ke-51, Queven pada menit ke-63 dan ke-75, serta Teppei Yachida pada menit ke-87.
“Terus terang, saya merasa sangat kecewa dan sangat malu. Skor akhirnya terlalu telak,” kata Milos Joksic.
“Di babak pertama, kami bermain dengan cukup baik. Kami melancarkan banyak serangan balik yang bagus. Namun, di detik-detik terakhir babak pertama, saat kami melakukan serangan balik yang menjanjikan, penyelesaian akhir kami kurang maksimal,” imbuh juru taktik asal Serbia tersebut.
Di babak kedua, tim berjulukan Spirit of Garuda tersebut sama sekali tidak mampu bangkit sehingga tuan rumah mampu menambah banyak gol. Pergantian pemain pun tidak membuahkan hasil.
“Di babak kedua, kami kehilangan banyak energi dan tidak mampu berlari. Kami benar-benar kesulitan dalam pergerakan. Saya mencoba menyegarkan tim dengan melakukan pergantian pemain, tetapi penampilan kami hari ini sangat buruk,” tukas Milos Joksic.
Milos Joksic mengakui ketangguhan Bali United dan mengucapkan selamat kepada pasukan Johnny Jansen.
“Selamat kepada Bali United atas permainan yang sangat bagus dan kemenangan yang luar biasa. Sekali lagi, saya merasa malu karena skor akhirnya sangat telak. Kemenangan ini memang layak didapatkan oleh Bali United karena kami berhenti berjuang dan berhenti berlari sehingga hasil akhirnya menjadi seperti ini,” ujar Milos Joksic.
“Secara keseluruhan, ini adalah hari yang sangat buruk bagi tim saya. Terlihat jelas bahwa ketika menghadapi situasi yang tidak menguntungkan, para pemain tidak tahu bagaimana cara meresponsnya. Saya harus bekerja sangat keras untuk menjelaskan kepada mereka bahwa kekalahan 2-0 dan 5-0 itu adalah dua hal yang sangat berbeda. Sungguh memalukan bagi tim saya,” pungkas Milos Joksic.
