Marcos Santos menjadi pelatih keempat yang dipecat pada awal musim ini. Arsitek asal Brasil tersebut kehilangan jabatannya di Arema FC.
Arema FC memutuskan untuk mendepak Santos setelah tim berjuluk Singo Edan itu dibantai Persija Jakarta 1-5 dalam pekan keenam. Hasil tersebut membuat Arema FC melorot ke peringkat ke-12 klasemen sementara. Saat ini, Johan Alfarizi dkk. baru mampu mendulang enam poin dari enam laga.
“Keputusan ini tentu tidak mudah, apalagi ini merupakan musim kedua bagi Coach Marcos Santos yang sebenarnya dinilai sangat mengenal karakter sepak bola Indonesia,” ujar GM Arema FC, Yusrinal Fitriandi, sebagaimana dinukil dari laman klub.
“Namun, lima laga tanpa kemenangan menjadi indikator penting bahwa tim butuh momentum dan ruang penyegaran (refreshment) baru. Manajemen memutuskan untuk mengistirahatkan sekaligus mengakhiri kerja sama secara profesional demi kebaikan bersama,” jelasnya.
Santos telah memimpin Arema FC sejak awal musim lalu. Dari 39 pertandingan yang dijalani, ia mempersembahkan 14 kemenangan, 11 hasil imbang, dan 14 kekalahan untuk Singo Edan.
“Namun, kenyataan di balik layar yang tidak diketahui publik, peran strategis mulai dari perancangan program latihan hingga eksekusi taktikal dari A sampai Z justru sepenuhnya dijalankan oleh jajaran asisten pelatih, seperti yang dahulu dilakukan oleh almarhum Coach Kuncoro,” ungkap Yusrinal.
“Pengalaman tersebut menjadi catatan sangat berharga bagi manajemen. Artinya, ada begitu banyak pertimbangan mendalam, mulai dari aspek teknis, nonteknis, psikologis, matematis, hingga situasi riil internal yang melatarbelakangi keputusan mengganti atau mempertahankan seorang pelatih.”
“Begitu pula dengan situasi saat ini, manajemen harus bertindak bijak, teliti, dan tidak gegabah demi kebaikan jangka panjang tim,” tuturnya.
Sebelum Santos, tiga pelatih lainnya telah lebih dulu keluar dari ketatnya persaingan di BRI Super League musim ini. Ketiganya adalah Juan Cortes yang dilepas Persijap Jepara, yang kemudian digantikan oleh Mario Lemos.
Ironisnya, Persija juga memberhentikan Mario Lemos, sehingga Juan Cortes kembali menjadi nakhoda tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu. Selain itu, Jean-Paul van Gastel harus menerima kenyataan pahit dengan keluar dari PSIM Yogyakarta pasca-start buruk tanpa kemenangan di awal musim ini.
